Headline News

Menteri Israel Serukan Pembunuhan Bashar Assad

Rabu, 17 Mei 2017 – 08.35 Wib,

SALAFYNEWS.COM ISRAEL – Menteri Perumahan dan Konstruksi Israel, Yoav Gallant menyerukan pembunuhan presiden Suriah Bashar Assad. Ia mengatakan bahwa “tidak ada tempat untuk Assad di muka bumi ini”. (Baca: Bashar Assad “Tutup Segera Semua Kedutaan Israel ”: Video)

Gallant yang merupakan jenderal pensiunan tentara Israel mengatakan dalam konferensi yang diadakan dekat dengan Yerussalem bahwa “melihat tuduhan baru-baru ini yang meyebutkan bahwa pemerintah Suriah telah melakukan pembunuhan massal dan membakar tubuh-tubuh mereka, maka Assad haruslah dibunuh”.

Gallant mengatakan bahwa “tuduhan yang diarahkan di Suriah menyatakan bahwa rakyat Suriah telah dibunuh dengan menggunakan senjata kimia dan baru-baru ini mencuat isu pembakaran tubuh-tubuh mereka, dan hal ini tidak pernah kita saksikan selama lebih dari 70 tahun. Menurut pendapat saya, kita telah melampaui garis merah, ini adalah waktunya untuk membunuh Assad, dan hal ini sangatlah sederhana”.

Pensiunan jenderal ini mengakui bahwa pembunuhan politik adalah ilegal menurut hukum internasional, tetapi ia menjelaskan bahwa dirinya tidak sedang berbicara aspek-aspek praktis. Ia mengatakan bahwa “setiap orang yang membunuh orang lain dan membakar tubuh orang lain maka mereka tidaklah lagi memiliki tempat di muka bumi ini”. (Baca: Inilah Kenapa Jokowi dan Bashar Assad Dihancurkan)

Tuduhan pembunuhan dan pembakaran terhadap pemerintah Suriah tersebut didasarkan pada gambar-gambar yang diambil dari citra satelit komersial pada Januari 2015, yang menunjukkan bangunan di kompleks salah satu penjara di Suriah yang telah dimodifikasi untuk menampung krematorium. Ada perubahan bentuk bangunan dibanding dua foto lain yang diambil pada Agustus 2013 dan April 2016.  Namun foto-foto satelit tersebut tidak dapat membuktikan secara tegas adanya pembunuhan massal di penjara tersebut.

Namun pada hari Senin (15/05), Kementerian Luar Negeri AS menggunakan citra satelit ini sebagai pendukung laporan pembunuhan massal di penjara Suriah. Penjara Saydnaya yang dimaksud, berada di sebelah utara ibu kota Suriah, Damaskus.

Departemen Luar negeri AS telah menuduh pemerintah Damaskus telah melakukan pembunuhan massal terhadap ribuan tahanan dan membakar tubuh mereka di krematorium besar di dekat ibukota Suriah. Namun tuduhan ini dengan tegas dibantah pemerintah Suriah. (Baca: Bashar Assad: Teroris Berperang Hanya untuk Melayani Zionis Israel)

Menurut keterangan itu, pada 2013, presiden Bashar Assad memodifikasi sebuah bangunan di kompleks Saydnaya untuk dijadikan krematorium. Kemenlu Amerika menyatakan krematorium itu dibangun untuk melanjutkan aksi pembunuhan massal di Saydnaya.

Kementerian Luar Negeri AS bahkan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Kami percaya bahwa ada sekitar 50 orang tahanan yang dibunuh setiap harinya di penjara Saydnaya, dan kemudian mayatnya dibakar disana”. Kemenlu Amerika ini juga mengatakan bahwa “Kami percaya bahwa pembangunan krematorium disana adalah upaya untuk menutupi jejak pembunuhan massal yang terjadi”. (Baca: Jika Israel Serang Damaskus, Assad Akan Bombardir Tel Aviv dengan Rudal Scud)

Penjara Saydnaya sendiri merupakan penjara politik utama di Suriah. Pemerintah Suriah menyatakan laporan tersebut tidaklah berdasar. Menurut Kementerian Kehakiman Suriah, eksekusi tahanan di Suriah telah mengikuti proses hukum dan berbagai tahap litigasi yang benar dan tidak ada pembunuhan massal seperti yang dituduhkan.

Pihak Kemenlu Suriah pun menegaskan bahwa Pemerintah AS telah melontarkan skenario baru bak film Hollywood. Tuduhan-tuduhan ini di mata pemerintah Suriah sangatlah tidak sesuai dengan realitas. (Baca: Analis: Keberanian Suriah dan Kegagalan Zionis Israel Provokasi Assad)

“Tuduhan ini sangat tidak berdasar. Semuanya tidak lebih sebagai produk khayalan pemerintah AS dan intelijen mereka,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah, kepada kantor berita SANA, seperti dikutip AFP, Selasa 16 Mei 2017.

“Menuduh kami membangun krematorium di Penjara Saydnaya, sangat tidak realistis,” imbuh pernyataan itu. “Pemerintahan AS berulang kali menyebarkan kebohongan dan tuduhan palsu demi membenarkan kebijakan intervensi serta agresif mereka di negara asing berdaulat,” tegas pernyataan itu. (SFA)

Sumber: Arabic.rt

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: