Fokus

Menlu Suriah Bongkar Makar Busuk AS Soal Senjata Kimia

Waled Muallem
Menlu Suriah

SURIAH – Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem menekankan bahwa tuduhan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya tentang penggunaan senjata kimia telah menjadi opini publik global dan tujuannya adalah pembenaran setiap agresi yang dimungkinkan terhadap Suriah, seperti dilansir Almanar (02/09).

Baca: Senjata Kimia Buatan Saudi Ditemukan di Bengkel Teroris

Moallem menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan saluran “Rusia 24” bahwa bukti jelas adalah apa yang terjadi April lalu di Doma, dimana Amerika Serikat sengaja menghambat kedatangan tim investigasi ke daerah tersebut dan melakukan tiga kali serangan, ini yang membuktikan bahwa tuduhan hanyalah dalih untuk membenarkan Agresi dan bahwa Amerika Serikat tidak tertarik pada penyelidikan yang tidak konsisten dengan kebijakannya.

Dia menekankan bahwa segala sesuatu yang dipromosikan oleh AS tidak akan mempengaruhi moral rakyat Suriah dan rencana Tentara Arab Suriah untuk membebaskan Idlib dan penumpasan teroris sampai akhir di Suriah.

Moallem menekankan bahwa kehadiran AS di Suriah adalah ilegal dan tidak dapat dibenarkan dengan cara apapun. Meskipun telah meyakinkan Rusia bahwa mereka akan menarik diri dari Tanf tetapi janji ini tidak dilaksanakan.

Baca: OPCW: Inggris-AS di Balik Skenario Senjata Kimia di Suriah

“Kami, sebagai rakyat dan memegang kepemimpinan di Suriah, berharap bahwa krisis akan berakhir hari ini, tetapi campur tangan asing yang dikomandoi Amerika sebagai penghambatnya,” katanya.

Dan dia menambahkan bahwa Suriah dan Rusia membuat usaha besar dalam hal ini, “di mana lebih dari 20 ribu warga baru-baru ini kembali dari Lebanon” tetapi Barat menghalanginya. Hal ini karena mereka ingin mengeksploitasi masalah ini untuk memberikan tekanan pada pemerintah Suriah dalam penyelesaian akhir dari krisis. Dan ini tidak akan berhasil karena mengalami kegagalan di lapangan.

Baca: Tentara Suriah Temukan Lab Senjata Kimia Militan di Ghouta Timur

Menteri Luar Negeri menyatakan puas dengan hasil kunjungannya ke Moskow, yang mencerminkan keinginan bersama dari dua negara besahabat untuk mengintensifkan koordinasi dan konsultasi serta memperdalam kerjasama mereka di semua bidang dan mencapai kemitraan strategis.

Dia menekankan bahwa proses rekonstruksi merupakan kesempatan emas bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk melaksanakan kerjasama ini antara kedua negara, terutama bahwa Federasi Rusia dan negara-negara sahabat akan memiliki prioritas dalam proyek-proyek rekonstruksi sebagai pengakuan atas posisi mereka dalam mendukung Suriah melawan terorisme. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: