Eropa

Menlu Prancis Akui Bashar Assad Pemenang Perang Suriah

Presiden Suriah, Bashar Assad
Presiden Suriah, Bashar Assad

SURIAH – Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar Assad telah memenangkan perang sipil tetapi tidak akan “memenangkan perdamaian” tanpa solusi politik yang dibantu oleh mediator internasional, seperti dilansir Almasdarnews (02/09).

“Assad memenangkan perang, kita harus menyatakan ini. Tetapi dia belum memenangkan kedamaian,” Le Drian mengumumkan.

Baca: Video Wawancara Ekslusif Ulama Syam dengan Kompas TV Terkait Fakta Perang Suriah

Menurut Menlu Prancis, Barat akan membalas jika senjata kimia digunakan terhadap warga sipil dalam pertempuran di provinsi Idlib.

Dia lebih lanjut mengklaim bahwa jika pasukan pemerintah berhasil merebut kembali Idlib -benteng terakhir teroris- itu tidak akan menyelesaikan masalah yang memicu perang tujuh tahun lalu.

Le Drian juga menambahkan bahwa Prancis akan menggunakan Majelis Umum PBB bulan ini untuk mendorong solusi damai di Suriah, dan saat ini terlibat dalam negosiasi dengan penjamin perdamaian di kawasan itu -Rusia, Turki dan Iran- untuk mendorong mereka menggunakan pengaruhnya dengan Assad dan membuat pembicaraan politik setelah perang berakhir.

Baca: WOW! Israel Akui Bashar Assad Pemenang Perang Suriah

Pada akhir Agustus, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Paris siap melakukan serangan udara lebih lanjut terhadap Suriah jika Damaskus menggunakan senjata kimia.

“Kami akan terus bertindak dengan cara ini jika kami melihat kasus baru yang dikonfirmasi dari penggunaan senjata kimia,” kata Macron.

Presiden Prancis kemudian menyatakan bahwa dia takut krisis kemanusiaan terjadi di Idlib, dan mengatakan bahwa Prancis mengharapkan Rusia dan Turki untuk menekan pemerintah Suriah atas situasi di provinsi tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem, menyatakan bahwa Damaskus bertekad untuk membersihkan Idlib dari teroris.

Pada bulan Agustus, para pejabat militer Rusia memperingatkan sebuah plot oleh para teroris dan White Helmets yang akan melakukan provokasi kimia guna memprovokasi pembalasan Barat terhadap pemerintah Suriah.

Baca: Kepala CIA Akui Keterlibatan AS Ciptakan Perang Suriah

Seminggu yang lalu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan bahwa teroris telah menyelundupkan delapan tabung gas klorin ke sebuah desa di barat daya Idlib, untuk menuduh pasukan pemerintah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Kembali pada bulan April, beberapa media Barat melaporkan bahwa pasukan pemerintah Suriah telah menggunakan zat kimia terhadap warga sipil di kota Douma. Sementara pihak berwenang Suriah, Rusia dan hasil investigasi membuktikan bahwa tidak ada serangan kimia di Douma, kecuali provokasi untuk membenarkan tindakan AS, Prancis, dan Inggris dalam melakukan serangan udara bersama terhadap beberapa sasaran di Suriah. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Peta Pertempuran Mendatang di Barat Suriah | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: