Headline News

Menlu Palestina Kecam Keras Putusan Guatemala Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Selasa, 26 Desember 2017 – 06.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RAMALLAH – Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina, Riyad al-Malki, mengecam keras keputusan “memalukan” Presiden Guatemala Jimmy Morales untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem al-Quds mengekor keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui kota tersebut sebagai ibukota rezim Israel.

Baca: Yerusalem Ibu Kota Israel Cara Trump Usir Warga Palestina

Seperti dikutip dari kantor berita Wafa, Senin (25/12), al-Maliki menyebut Guatemala telah melakukan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, termasuk resolusi terakhir ES10/19.

“Pengumuman ini juga merupakan tindakan yang tidak bijaksana, karena tidak menghormati dan mengabaikan posisi kolektif aliansi internasional dan kelompok dimana Guatemala menjadi bagian di dalamnya, termasuk Gerakan Non Blok,” kata sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina.

Baca: Analis Israel Soal Voting PBB: Trump Terbukti Seperti Harimau Ompong

“Negara Palestina menganggap hal ini sebagai tindakan permusuhan nyata terhadap hak-hak mutlak dari orang-orang Palestina dan hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut, menambahkan, “Negara Palestina akan bertindak dengan mitra regional dan internasional untuk menentang keputusan ilegal ini”.

Al-Malki juga menyebut, keputusan Morales sebagai tindakan pelanggaran tanpa malu-malu, dan sama sekali menentang sentimen pemimpin Gereja di Yerusalem, yang dengan suara bulat dan tegas menyatakan penentangan mereka terhadap penantang status Yerusalem atau memindahkan kedutaan besar kesana.

Baca: Ankara: Saudi & UEA Gadaikan Mekkah, Madinah dan Yerusalem ke AS dan Israel

Diplomat senior Palestina itu mengulangi seruan Paus Fransiskus untuk menahan diri dari tindakan sepihak yang mengubah status historis quo Yerusalem. “Alih-alih mengekspresikan solidaritas terhadap orang Kristen asli di Palestina, Presiden Morales memilih untuk bertindak melawan hak dan status mereka di Tanah Suci pada malam Natal. Ini tidak masuk akal,” tandas al-Maliki.

Ia menegaskan, Palestina memandang ini sebagai tindakan permusuhan yang terang-terangan terhadap hak-hak orang Palestina dan hukum internasional yang tidak dapat dicabut. Selanjutnya, Palestina akan bekerja sama dengan mitra regional dan internasional untuk menghadapi keputusan ilegal ini. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: