Internasional

Menlu Irak Ajak Liga Arab Memasukkan Kembali Keanggotaan Suriah

Kamis, 09 Maret 2017 – 06.58 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MESIR – Menteri Luar Negeri Irak meminta Liga Arab untuk mengakhiri suspensi keanggotaan Suriah di pan-Arab yang terdiri dari 22 anggota, dan menekankan bahwa orang Arab harus mencapai konsensus untuk menyelesaikan krisis Suriah. (Baca: Bashar Assad: Terorisme Merupakan Permainan Politik Internasional)

Berbicara dalam pidato pertemuan Arab League (Liga Arab), Menteri Luar Negeri Irak di ibukota Mesir, Kairo, pada hari Selasa, Ibrahim al-Ja’afari mengatakan bahwa ketidakhadiran Suriah di Liga Arab tidak bisa ditoleransi lagi.

AL tidak hanya mewakili pemerintah Arab, tetapi juga negara-negara Arab dan dengan demikian harus mengakhiri konflik Suriah, kata Ja’afari dalam pernyataan yang disiarkan langsung oleh TV Irak yang dikelola negara. (Baca: Keamanan Aljazair Bongkar Kelicikan Saudi di Yaman dan Irak)

Setiap melemahnya negara Arab sama saja dengan melemahnya semua orang Arab, katanya, dan menekankan bahwa jika orang-orang Arab tidak bisa bersatu di Suriah, maka setidaknya mereka dapat mengakhiri krisis disana.

Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah pada bulan November 2011, dengan dalih dugaan tindakan keras Damaskus terhadap oposisi. Utusan Suriah mengecam langkah itu sebagai “ilegal dan melanggar piagam organisasi”.

Di tempat lain dalam sambutannya, diplomat tinggi Irak mengutuk kehadiran militer Turki di negaranya, dan mengatakan negara-negara Arab harus mengerahkan lebih banyak tekanan terhadap Turki untuk menarik keluar pasukannya. (Baca: Utusan Riyadh dan Doha di Tel Aviv Lunasi Tagihan Pengobatan Teroris Suriah)

Pada bulan Desember 2015, Turki mengerahkan sekitar 150 tentara, yang dilengkapi dengan senjata berat dan didukung oleh sekitar dua lusin tank, ke kamp militer Bashiqa dekat kota Mosul, yang dklaim untuk melatih dan memperlengkapi pasukan Kurdi Irak dalam memerangi teroris Daesh.

Namun, Baghdad telah berulang kali meminta Ankara untuk menarik pasukannya dari wilayah tersebut dan menggambarkan kehadiran pasukan Turki di Irak sebagai pelanggaran kedaulatan.

Krisis Suriah dapat diselesaikan dengan cara damai

Secara terpisah, Selasa (7/03), juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak Ahmad Jamal mengatakan dalam konferensi pers bahwa panggilan Irak untuk membawa kembali Suriah ke Liga Arab ​​datang sejalan dengan keyakinan Baghdad bahwa gejolak di Suriah bisa diselesaikan secara damai.

Dia lebih lanjut menggarisbawahi perlunya membersihkan Suriah dari teroris, yang telah mengancam keamanan dan stabilitas negara. Beberapa negara Arab telah sepakat untuk mengembalikan Suriah ke Liga Arab dan Baghdad mencoba untuk menggalang dukungan lebih dalam hal ini, Jamal menegaskan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: