Fokus

Menhan Setuju TNI Dilibatkan dalam Pemberantasan Terorisme

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu

Senin, 29 Juni 2018 – 19.42 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu sepakat untuk melibatkan TNI dalam pemberantasan terorisme. Asalkan, kata dia, teroris tersebut sudah mengancam kedaulatan negara.

Baca: Pansus RUU Terorisme Masukkan Peran TNI dalam Pemberantasan Terorisme

“Kalau sudah punya alat perang seperti bom, itu kan alat perang. Ya yang menanganinya ya pasukan perang pertahanan, tentara,” kata Ryamizard kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Ryamizard mengatakan, TNI dapat menangani terorisme jika dalam skala tertentu. Ia mendukung peran TNI jika teroris memiliki alat tempur.

“Kalau kemarin ngebom-ngebom, apa-apa gitu segala macam, itu nanti kalau seperti ISIS segala macem itu, di sana itu sudah punya pesawat tank itu, wooh tentara itu,” kata Ryamizard.

Baca: Ketum PBNU: Saracen Bikin Konflik dan Perang Saudara, Ini Ciri Terorisme

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyurati DPR perihal peran TNI dalam penanggulangan aksi terorisme. Surat berkop Panglima TNI itu bernomor B/91/I/2018 perihal ‘Saran Rumusan Peran TNI’.

Poin pertama, TNI ingin judul RUU ‘Pemberantasan Aksi Terorisme’ diganti menjadi ‘Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme’. Poin kedua, TNI mengusulkan agar definisi terorisme mengandung pengertian kejahatan yang mengancam negara.

Baca: Indonesia Punya Banyak Bibit Teroris yang Muncul dari Pelaku Intoleran

Poin ketiga, TNI mengusulkan perumusan tugas TNI. Tugas TNI itu masuk batang tubuh RUU Pasal 43H. Di situ dituliskan tugas TNI mengatasi aksi terorisme adalah bagian dari operasi militer selain perang. TNI mengatasi aksi terorisme lewat langkah pencegahan, penindakan, dan pemulihan, berkoordinasi dengan BNPT dan/atau kementerian/lembaga terkait. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: