Asia

Menhan Iran, Rusia, dan Suriah Bahas Serangan AS

Rabu, 12 April 2017 – 14.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TEHERAN – Menteri pertahanan Iran melakukan panggilan telepon secara terpisah dengan Menhan Rusia dan Suriah, bertukar pandangan tentang serangan udara AS ke pangkalan udara militer Suriah. Ketiga negara juga menekankan pentingnya meningkatkan kerjasama dalam kampanye tegas terhadap teroris.

“Langkah yang diambil AS bertentangan dengan semua prinsip-prinsip hukum internasional dan agresi ilegal terhadap negara merdeka untuk menghidupkan kembali dan meningkatkan semangat teroris yang lumpuh di Suriah,” kata Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Hossein Dehqan dalam panggilan telepon dengan timpalannya dari Rusia Sergei Shoigu pada Selasa.

Dia menambahkan bahwa serangan rudal itu juga merupakan upaya untuk mengembalikan citra dirusak Presiden AS Donald Trump di tempat kejadian politik negara dan mengalihkan perhatian opini publik jauh dari masalah dalam negeri di negara tersebut.

Dia memperingatkan bahwa AS menerapkan rencana yang “mencurigakan dan berbahaya” untuk menebus kerugian teroris di Timur Tengah, dan menciptakan konsensus terhadap pemerintah Suriah yang sah serta membenarkan kehadiran militer mereka di wilayah tersebut.

Meskipun mereka klaim demikian, para penguasa AS tidak memerangi terorisme, tetapi mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan moral teroris dan sponsor mereka serta pemboman terhadap Angkatan Bersenjata Suriah dan bangsa yang bukan teroris, kata Menteri Pertahanan Iran.

Teroris harus mengerti bahwa mereka tidak dapat terus melanjutkan perilaku kriminal dan Washington juga harus tahu bahwa langkah-langkah yang tidak tetap akan “terjawab,” tambahnya.

“Front perlawanan akan melanjutkan langkah-langkah anti-terornya terlepas dari keinginan AS,” Dehqan menegaskan.

Menteri pertahanan Rusia, dalam bagian itu, mendesak penguatan langsung tentara Suriah dan pasukan populer.

Shoigu menyatakan tekad negaranya untuk memanfaatkan kapasitas politik dan militer untuk menimbulkan pukulan menghancurkan pada teroris dan sponsor mereka.

Sementara itu, menteri pertahanan Iran dan Suriah mendesak pembentukan komite pencari fakta untuk menyelidiki tuduhan AS atas peran pemerintah Suriah dalam serangan kimia ke kota Khan Shaykhun, provinsi Idlib.

“Tindakan tersebut tidak akan berdampak pada tekad dan kemauan dari front perlawanan dalam pertempuran melawan teroris,” kata Dehqan dalam percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Suriah Fahd Jassem al-Freij. Kedua kepala pertahanan juga membahas cara-cara untuk meningkatkan kerjasama dan mengintensifkan operasi militer terhadap teroris. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: