Headline News

Mengapa AS-Turki Tolak Partisipasi Hashd al-Shaabi di Pertempuran Tal Afar?

Jum’at, 11 Agustus 2017 – 08.48 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BAGHDAD – Seorang komandan tingkat tinggi dari Unit Mobilisasi Populer (PMU) telah menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Turki sebagai kekuatan besar yang menentang masuknya pasukan relawan pro-pemerintah dalam operasi yang akan datang untuk membebaskan kota utara Tal Afar dari teroris ISIS. (Baca: Pasukan AS Serang Pangkalan Militer Pejuang Hashd Al-Shaabi)

Jawad al-Talibawi, juru bicara pasukan relawan Asa’ib Ahl al-Haq, mengatakan kepada jaringan berita televisi Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, pada hari Kamis (10/08/2017), bahwa negara-negara seperti AS dan Turki bersama dengan pejabat senior dari Pemerintah Daerah Kurdistan Irak yang semi otonom (KRG), Khususnya Masoud Barzani, telah menyuarakan penolakan keras terhadap keterlibatan para pejuang PMU, yang biasa dikenal dengan nama Arab Hashd al-Shaabi, dalam serangan untuk merebut kembali Tal Afar, yang terletak 63 kilometer sebelah barat Mosul.

Jawad Al-Talibawi

Talibawi menambahkan bahwa garis merah telah ditetapkan untuk Hashd al-Shaabi dalam operasi pembebasan Tal Afar, dengan menuduh bahwa kekuatan sukarelawan pro-pemerintah telah menerima perintah untuk tidak ambil bagian dalam pertempuran tersebut. Lebih lanjut dia mencatat bahwa PMU merupakan bagian integral dari sistem militer Irak. Namun, ada keberatan eksternal terhadap perannya. (Baca: Perang Sengit Teroris ISIS dengan Pasukan Hashd al-Shaabi di Mosul)

“Kami yakin ada tentara Arab dan asing di Tal Afar, jadi partisipasi kami dalam operasi yang akan datang ini akan mengungkap fakta yang telah lama disembunyikan oleh beberapa pihak,” kata Talibawi. Jawad al-Talibawi, juru bicara pasukan relawan Asa’ib Ahl al-Haq Irak

Komandan tertinggi Hashd al-Shaabi kemudian meminta Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk mendukung perkataannya, dan memasukkan pejuang pro-pemerintah dalam operasi pembebasan Tal Afar.

Komandan Operasi Pembebasan Niniwe, Mayor Jenderal Najim Abdullah al-Jubouri, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada 30 Juli, bahwa dia mengharapkan kemenangan yang relatif mudah bagi pasukan pemerintah dalam operasi yang akan datang untuk merebut kembali Tal Afar dari ISIS karena para ekstremis “kocar-kacir dan Demoralisasi. “

“Saya tidak berharap ini akan menjadi pertempuran sengit meski musuh terkepung. Saya tahu dari laporan intelijen bahwa moral mereka rendah, “komentarnya. Komandan Operasi Pembebasan Niniwe, Mayor Jenderal Najim Abdullah al-Jubouri, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di Mosul, Irak, pada 30 Juli 2017. (Baca: AS Halangi Hashd Al-Shaabi Bebaskan Tal Afar)

Jenderal Najim Abdullah al-Jubouri

Jubouri memperkirakan bahwa ada sekitar 1.500 dan 2.000 teroris ISIS yang tertinggal di Tal Afar. Dia menyoroti bahwa pertempuran untuk Tal Afar akan segera dimulai, dan sedang menunggu perintah dari Abadi, yang mungkin akan diterbitkan dalam beberapa “hari atau satu-dua minggu mendatang”. Berbicara di sebuah pertemuan pemuda pada hari Sabtu, Abadi mengatakan pejuang Hashd al-Shaabi akan mengambil bagian dalam ofensif untuk memenangkan kembali Tal Afar. (Baca: Pasukan AS Berikan Bantuan Kepada Teroris ISIS di Tal Afar Irak)

Dia mengatakan bahwa komandan tentara dan keamanan telah merencanakan sebuah rencana untuk mengusir ISIS dari Tal Afar, yang memerlukan partisipasi personil keamanan serta pejuang Hashd al-Shaabi dan suku. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: