Internasional

MEMALUKAN! Laporan Bohong Pasukan Khusus AL Amerika di Yaman

Senin, 06 Februari 2017 – 07.56 Wib,

SALAFYNEWS.COM. YAMAN – Maskud hati ingin membenarkan agresinya di Yaman, militer Amerika menerbitkan sebuah laporan yang berisi keberhasilan pasukan AS dalam memerangi teroris lengkap dengan videonya. Namun sayangnya, tak berselang lama terbongkar bahwa video yang diterbitkan militer AS ini adalah video lama. Komandan Pusat Angkatan Bersenjata AS telah menggunakan video lama yang diambil 10 tahun yang lalu sebagai bukti keberhasilan serangan Amerika dalam melawan terorisme yang dilakukan oleh pasukan khusus AS pada 29 januari lalu di Yaman. Dimana serangan ini merupakan serangan pertama yang dilancarkan militer AS di bawah persetujuan Trump yang menargetkan al-Qaeda di semenanjung Arab. (Baca: Inilah Serangan Paling Brutal dan Biadab Saudi-Amerika di Yaman)

Kantor berita Rusia “Tass” mengungkapkan bahwa Komandan Pusat Angkatan Bersenjata AS menulis dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari jumat (03/02) bahwa para pemimpin organisasi al-Qaeda di semenanjung Arab telah berhasil dibunuh selama operasi militer yang dilakukan oleh pasukan khusus dari Angkatan Laut AS, yang menyertakan link video yang diklaim bahwa video tersebut adalah rekaman penemuan markas kelompok ekstrimis.

Rekaman tersebut berisi seorang pria bertopeng yang menjelaskan bagaimana cara membuat peledak dan bom. Namun media lokal langsung mengidentifikasi bahwa rekaman tersebut adalah rekaman yang diterbitkan di World Wide Web pada tahun 2007. (Baca: Saudi Siapkan Serangan Besar Ke Yaman Dengan Dukungan Amerika)

Kantor berita Tass mengatakan bahwa Departemen Pertahanan AS telah menghapus bagian-bagian ini dengan segera dan membatalkan konferensi pers melalui telepon yang direncanakan untuk membahas tentang serangan tersebut.

Sementara itu, Kolonel John Thomas, juru bicara Pusat Angkatan Bersenjata AS mengatakan kepada wartawan bahwa “Kami tidak ingin menunjukkan hal ini dan seakan-akan kami berusaha menunjukkan rekaman lama”. Ia berusaha membenarkan apa yang terjadi dengan berkata “hal ini terjadi karena kurangnya waktu yang cukup untuk menganalisis segala sesuatu dengan hati-hati. Kami hanya berusaha untuk memberikan contoh dari apa yang kami temukan saat penyerangan di Yaman”. (SFA)

Sumber: Middle East Panorama

6 Comments
To Top
%d bloggers like this: