Amerika

Media AS: Serangan Trump ke Suriah Adalah Kejahatan Besar

Perang Suriah

Rabu, 18 April 2018 – 08.43 Wib,

WASHINGTON – Laporan yang diterbitkan situs Kontra Bing AS pada hari Senin (16/04) mengungkapkan bahwa militer AS atas perintah Donald Trump telah meluncurkan lebih dari 100 rudal terhadap Suriah yang merupakan pelanggaran hukum terberat dan besar di Amerika Serikat, di mana AS melancarkan serangan terhadap negara yang tidak menimbulkan ancaman baik kepada AS ataupun sekutu-sekutunya, seperti dilansir AlMaalomah (16/04).

Baca: Serangan AS ke Suriah Tutupi Rasa Malunya Atas Kemenangan Assad

Laporan yang diterjemahkan oleh Al-Maloomah ini menyebutkan bahwa “yang dilakukan presiden AS terhadap Suriah bisa di sebut sebagai “kejahatan terhadap perdamaian” dan ini adalah pelanggaran yang bisa diadili di Pengadilan Nuremberg yang mengadili kejahatan perang yang bisa berakibat hukuman mati sebagaimana yang terjadi di Pengadilan Nuremberg yang mengadili penjahat perang Nazi dalam Perang Dunia II”.

Laporan ini mengatakan bahwa “kejahatan agresi bukan hanya kejahatan internasional, tetapi merupakan kejahatan terberat yang berbeda dengan kejahatan perang lainnya karena kejahatan ini sendiri mengandung sejumlah kejahatan lainnya”.

Baca: Inilah Fakta Memalukan Serangan AS ke Suriah

Disebutkan bahwa “sebelum melangkah untuk melakukan agresi seperti ini hendaknya membiarkan penyelidikan resmi berlangsung dan dirilisnya laporan yang transparan, demikianlah yang seharusnya terjadi sebelum Trump meluncurkan rudal-rudalnya yang menyerang Suriah yang sudah hancur akibat perang”.

Selain itu, laporan ini mencatat bahwa “tuduhan pertama terkait senjata kimia mengarah kepada organisasi White Helmets, yakni sebuah organisasi non pemerintah yang didukung oeh AS dan didanai dan didirikan oleh anggota intelijen Inggris, dan disebut-sebut terkait dengan organisasi teroris “Al-Nusra” di Suriah dan merekalah yang mengklaim adanya serangan kimia di Suriah”.

Baca: Trump di Demo Warganya Karena Serang Suriah

Laporan ini menegaskan bahwa “White Helmets bergegas mendatangi para korban terluka di rumah sakit di Damaskus dengan dalih untuk mengobati para korban untuk kemudian meneriakkan adanya luka-luka akibat senjata kimia agar bisa mengatur tuduhan penggunaan senjata kimia tersebut”.

Laporan ini menekankan bahwa organisasi Palang Merah di Suriah tidak menyebutkan dalam laporannya terjadinya serangan senjata kimia di wilayah itu, dan hal ini menyisakan tanda tanya yang besar terkait fakta penggunaan senjata kimia dan pihak yang berada di belakangnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: