Headline News

Maraknya Koruptor Gunakan Kode ‘Agamis’ untuk Korupsi

Minggu, 08 Oktober 2017 – 10.00 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Maraknya koruptor gunakan kode ‘Agamis’ untuk korupsi. Contoh nyata Anggota DPR RI dari Partai Golkar asal Dapil Sulawesi Utara, Aditya Anugrah Moha (35 th), dan Ketua Pengadilan Tinggi Sulut Sudiwardono terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK, Jumat (6/10/2017) malam.

Baca: Ketika Kader PKS Gunakan Juz (Qur’an) dan Liqo Menjadi Kode Korupsi

Keduanya tertangkap setelah serah terima uang sebesar 30.000 dolar Singapura dari total 100.000 dolar Singapura atau setara Rp 1 miliar diduga suap di Hotel Alila di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat.

Keduanya menggunakan kode “pengajian” dalam percakapan Whatsapp dan sambungan telepon untuk kamuflase janjian pertemuan serah terima uang tersebut.

Sebelumnya juga pernah dilakukan oleh dua kader PKS, Yudi Widiana Adia dan Muhammad Kurniawan. yang membicarakan uang suap dengan Bahasa Arab

Dalam percakapan melalui pesan singkat pada 14 Mei 2015, keduanya menggunakan bahasa Arab saat membicarakan soal uang suap yang akan diterima dari Aseng. Awalnya Kurniawan melaporkan penyerahan uang komitmen fee dari Aseng kepada Yudi, dengan mengirimkan pesan berisi “Semalam sdh liqo dengan asp ya”. Kemudian dibalas oleh Yudi dengan mengatakan, “Naam,brp juz?”.

Baca: Putra A Rafiq Sebut Semua Anggota DPR Komisi VIII Terlibat Korupsi Alquran

Selanjutnya dijawab oleh Kurniawan, “sekitar 4 juz lebih campuran.” Kemudian, Kurniawan kembali mengirimkan pesan yang berisi “itu ikhwah ambon yg selesaikan, masih ada minus juz yg agak susah kemarin, skrg tinggal tunggu yg mahad jambi.”

“Kode yang digunakan, mohon maaf mereka menggunakan istilah agama, pengajian. Ini untuk janjian pertemuan, kapan pengajiannya, di tempat mana pengajiannya. Ini jarang-jarang juga terjadi pakai kode seperti ini,” ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif. Informasi yang dihimpun, tim KPK telah lebih sebulan mengikuti pergerakan Aditya dan hakim Sudiwardono.

Bahkan, tim mengetahui sudah ada serah terima uang sebesar 60 ribu Dolar Singapura dari Aditya kepada hakim Sudiwardono di Manado pada pertengahan Agustus 2017.

 “Tim sudah mengikuti pergerakan mereka, dan ternyata benar memang pengajian itu hanya kode kamuflase mereka. Karena waktu di hotel tidak ada pengajian itu,” ujar sumber di KPK. “Istri hakimnya juga ikut ke Jakarta dan langsung ke hotel itu. Mereka tidak pengajian benaran. Dan waktu diamankan, istri hakimnya menangis,” imbuhnya.

Baca: Disebut Terima Uang Hasil Korupsi Alkes Amien Rais Dikabarkan Akan Umroh

Laode menjelaskan, diduga tujuan pemberian uang dari Aditya kepada hakim Sudiwardono agar mengabulkan banding dan membebaskan ibundanya, Marlina Moha Siahaan yang divonis lima tahun penjara dalam kasus korupsi di Pengadilan Negeri Manado sebelumnya. (SFA)

Sumber: TribunNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: