Eropa

Manuver Terbaru Trump di Suriah Bikin Rusia Panas

Jum’at, 27 Januari 2017 – 09.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Pihak Rusia telah meminta kepada Amerika Serikat untuk benar-benar mempertimbangkan rencana mendirikan “zona aman” dalam konflik Suriah, dimana kedua belah pihak terlibat dalam kampanye udara. (Baca: Moskow Bongkar Aksi Spionase AS dan CIA di Rusia)

Hal ini penting untuk “mempertimbangkan semua kemungkinan konsekuensi” dari rencana AS, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis.

Dmitry Peskov bereaksi atas komentar terakhir Presiden Amerika yang baru terpilih Donald Trump, Rabu (25/01), mengatakan bahwa ia “benar-benar akan menerapkan zona aman di Suriah” untuk pengungsi dengan tujuan melindungi para pengungsi dari serangan udara. Inilah manuver Trump terbaru di Suriah yang membuat Rusia panas. (Baca: Inilah Sumber Konflik dan Perang Suriah)

Washington tidak berkonsultasi dengan Moskow tentang rencana itu sebelum mengumumkan ke publik, pejabat Rusia menekankan, hal Ini sangat penting untuk tidak memperburuk situasi di Suriah.

Menurut dokumen yang diungkap oleh Reuters, Trump akan memberikan 90 hari kepada Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS untuk menyusun kembali rencana membangun zona aman di Suriah, sebuah langkah yang bisa mengakibatkan meningkatnya keterlibatan militer AS di Suriah.

Mantan Presiden AS Barack Obama telah lama menolak rencana tersebut, karena takut akan potensi konfrontasi antara pesawat AS dengan Jet tempur Rusia di langit Suriah.

Komentar Trump datang setelah gencatan senjata berjalan di sebagian besar wilayah di Suriah, di tengah proses diplomasi yang didukung oleh Rusia, Iran dan Turki, yang telah membawa pemerintah dan oposisi kembali ke meja perundingan. (Baca: Inilah 6 Kesepakatan yang Mencekik Turki dan Kelompok Bersenjata)

Sejak September 2015, Angkatan Udara Rusia telah terlibat dalam misi militer terhadap teroris Takfiri atas permintaan pemerintah Damaskus. Pesawat tempur Moskow telah memberikan perlindungan udara untuk operasi darat tentara Suriah terhadap teroris.

Sementara AS, pendukung setia militan anti-Damaskus, juga telah melakukan serangan udara bersama dengan sejumlah sekutunya terhadap sasaran yang diklaim teroris di Suriah sejak 2014.

Serangan AS yang datang tanpa otorisasi dari Damaskus atau mandat PBB, tidak hanya gagal untuk mengusir para teroris, tetapi menyebabkan banyak kematian warga sipil dan merusak infrastruktur negara.

Serangan udara yang dipimpin AS beberapa kali memukul posisi tentara Suriah, serta memfasilitasi kemajuan militan dalam pertempuran dengan pasukan pemerintah di medan perang.

Pada bulan Oktober 2016, militer Rusia secara khusus memperingatkan AS atas serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah, dan mengatakan senjata pertahanan udara di Suriah akan menangkis setiap serangan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: