Amerika

Mantan Pejabat CIA: Skenario AS Invasi Irak untuk Lawan Iran

Putra Mahkota Saudi

AMERIKA – Seorang mantan pejabat CIA mengatakan bahwa ada kekuatan yang sangat besar yang memimpin dunia menuju perang dengan Iran. Ia mengatakan bahwa Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman berada di tengah mereka untuk melawan Iran, seperti dilansir Arabic.SputnikNews (13/05).

Baca: Operasi Hitam CIA di Suriah, AS Evakuasi Komandan ISIS

Mantan pejabat CIA, John Kiriakou mengatakan dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Consortium News yang berbasis di AS pada 10 Mei lalu bahwa “setelah 15 tahun bekerja, saya mengetahui bahwa CIA dapat mengobarkan perang tanpa memiliki rencana khusus untuk perang terakhir”. Ia mengungkapkan bahwa “mereka tidak memeiliki strategi untuk keluar dari perang setelah mengobarkan perang”.

“Pada musim semi tahun 2001, saya bekerja di Pakistan sampai saya dipanggil ke markas CIA dan diberitahukan bahwa Gedung Putih telah mengambil keputusan untuk menyerang Irak selama berbulan-bulan, dan Washington akan berpura-pura pergi ke Dewan Keamanan PBB untuk menuntut keputusan terkait hal ini, meskipun AS berdalih mengambil keputusan menyerang ini untuk menggulingkan rezim mantan presiden Irak Saddam Hussein namun AS pun berhasil mendirikan pangkalan udara terbesar di dunia, di Irak selatan”, ungkapya.

Baca: Wasekjen Garda Iran: Saudi Contoh Gaya Rezim Saddam Husein Hadapi Iran

“Tidak berselang lama, Menteri Luar Negeri AS saat itu Colin Powell mulai melakukan perjalanan ke sejumlah negara termasuk Eropa, Timur Tengan dan PBB untuk mendukung rencana invasi AS ke Irak, dengan dalih bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal dan hal ini adalah ancaman yang membahayakan, dan dunia harus segera menyingkirkan hal ini sesegera mungkin”, tambahnya.

Baca: Intelijen Saudi Gencarkan Perang Sektarian di Irak

Selain itu, mantan pejabat CIA ini mengungkapkan bahwa presiden AS Donald Trump sejak tahun 2016 lalu mengatakan bahwa AS akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan pernyataan ini benar-benar terjadi dengan adanya keputusan resmi penarikan diri AS yang diumumkan pada tanggal 8 Mei lalu serta diberlakukannya kembali sanksi terhadap Iran. Apa yang terjadi pada Iran saat ini diyakini sebagai skenario berulang yang pernah diterapkan pada Irak dua dekade lalu.

Ia mengatakan bahwa Trump telah memulai tahap baru dalam skenario konfrontasi melawan Iran dengan melakukan perubahan di dalam pemerintahannya, di mana Mike Pompeo yang merupakan mantan pimpinan CIA saat ini mengambil alih Kementerian Luar Negeri dan John Bolton yang merupakan mantan Duta Besar Washington untuk PBB saat ini menjabat sebagai penasehat keamanan nasional.

John Kiriakou mengatakan bahwa “hal yang paling mengganggu saat ini adalah koalisi de facto yang terjalin antara Israel, Saudi, UEA dan Bahrain melawan Iran dengan mengkampanyekan kepemilikian program senjata nuklir Iran yang membahayakan dunia”. Ia menambahkan bahwa “ada kesamaan skenario antara apa yang terjadi pada Iran saat ini dan apa yang dilakukan oleh Colin Powell pada 15 tahun lalu, saat ia memimpin Dewan Keamanan PBB untuk mengakui bahwa Irak memiliki program nuklir militer berdasarkan bukti-bukti palsu”.

Selain itu, Kiriakou mengatakan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman adalah “bapak spiritual” dari terciptanya perang Yaman, di mana ia juga selalu menyuarakan ancaman Iran di setiap tur globalnya, sebagaimana yang juga disuarakan UEA dan Bahrain.

Kiriakou menegaskan bahwa “hal ini adalah kebohongan”. Pemerintah AS telah membuka jalan untuk terjadinya perang terhadap Iran, di mana presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya menyebutkan tentang ancaman Iran yang diaminkan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam turnya ke Timur Tengah dan Eropa dan secara paralel menyuarakan dengan pidato dan seruan untuk menyelamatkan AS dan sekutunya dari bahaya ini, yang dipimpin oleh Duta Besar AS untuk PBB Nicky Halley.

Ia menambahkan bahwa hasil dari kampanye melawan Iran ini adalah mobilisasi kapal perang di Mediterania Timur dan Teluk Arab sebelum perang pertama yang mungkin tiba-tiba akan meletus. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: