Eropa

Mantan Pejabat CIA: Politik Berbahaya Erdogan Gabung Rezim Saudi Guna Rampas Damaskus

27 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Mantan pejabat di CIA, Graham Fuller mengatakan bahwa para penguasa Turki hendaknya menerima kenyataan yang ada, karena Presiden Suriah Bashar Assad, tidak akan menyerah dalam waktu dekat, Sputnik (26/02) memberitakan.

Fuller menegaskan bahwa kepentingan pribadi Erdogan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Turki.

Mantan pejabat di CIA, Graham Fuller melanjutkan “Turki dihadapkan pada sebuah dilema yang sangat sulit, antara melanjutkan kebijakan luar negerinya seperti yang saat ini berlangsung, atau antara kembali ke strategi yang lebih damai seperti yang pernah diterapkannya beberapa waktu yang lalu”. (Baca: Salah Satu Anggota Parlemen Turki Tuduh Erdogan Gunakan ISIS untuk Melawan Kurdi)

Dalam hal ini, Fuller menulis di situs analisa “Consortiumnews.com” terkait kondisi yang sekarang, diantarannya ia menyebutkan “sebuah hal yang tidak dapat dipercaya, Erdogan dan Davutoglu melakukan segala hal yang mungkin dan yang tidak mungkin untuk menghancurkan hubungan eksternal dengan semua negara yang memiliki perhatian kepada Turki termasuk Iran, Irak, Rusia, China, Amerika Serikat, Suriah serta entitas Kurdi.

Ia menegaskan “Sebaliknya, sebagai ganti untuk memperbaiki dan meningkatkan hubungan, Ankara malah masuk dalam sebuah koalisi yang mencurigakan dan berbahaya dan tidak memiliki masa depan yang jelas, yaitu dengan rezim kerajaan Arab Saudi”. (Baca: Washington Post: Politik Erdogan Hancurkan Turki)

Dalam hal ini, muncul pertanyaan, Apa yang harus dilakukan Turki untuk dapat keluar dari situasi menyedihkan ini?

Menurut Fuller, pertama, Erdogan harus mengakui bahwa rencana “Assad harus pergi” akan gagal pada akhirnya. Kedua, Ankara harus bersedia untuk bergabung dalam upaya negara-negara besar di dunia untuk menciptakan perdamaian di Suriah dan menolak gagasan Riyadh yang tidak masuk akal tentang pembentukan tentara koalisi internasional besar guna merebut Damaskus”. (Baca: Mantan Presiden Turki Kritik Kebijakan Luar Negeri Erdogan)

Mantan pejabat CIA itu yakin, bahwa ketika hubungan strategis dengan Arab Saudi sedang menurun, hendaknya Turki segera memperbaiki hubungan dengan Iran, Irak serta Rusia.

Tentu saja selain itu Ankara harus menghentikan usahanya untuk menyeret NATO dalam konfrontasi yang tidak bijaksana dengan Rusia”, SyiriaNow.sy (26/02) memberitakan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: