Fokus

Mantan Panglima Jihad Maluku: ISIS Itu Bukan Mujahid Tapi Perusak Agama Allah

Senin, 29 Mei 2017 – 10.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMBON – Masyarakat Maluku dan Maluku Utara bertekad menjaga dan melindungi daerahnya dari gangguan dan paham radikal Islamic State Iraq and Syria (ISIS). Hal itu diungkapkan dalam ceramah deradikalisasi dengan tema “Menentang Paham Radikal ISIS dan Teroris di Maluku dan Indonesia Pada Umumnya”. (Baca: Suriah Hancur Karena Isu Agama Dibenturkan dengan Pemerintah dan Kebhinekaan)

Selain ceramah, kegiatan tersebut juga diisi dengan Deklarasi Damai Umat Islam Maluku, Demi Terwujudnya Islam Rahmatan Lil Alamin di kediaman Ustad Jumu Tuani, Jalan  Lorong Pendidikan Gunung Malintang, Desa Batu Merah Kecamatan, Sirimau Kota Ambon, Minggu (28/5/2017).

Penanggung jawab sekaligus mantan Panglima Operasi Pusat Komando Jihad Maluku 2000-2002  Ustad Jumu Tuani mengatakan, ISIS itu bukan mujahid tetapi perusak agama Allah SWT. Mereka datang ke Masjid bukan untuk salat tetapi untuk merampok yang dianggapnya sebagai fai.

“Mereka menghalalkan darah seorang kaum muslimin, ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Apakah Islam mengajarkan hal yang demikian, Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin,” ujarnya.

Jumu melihat, ISIS berorientasi ke Maluku dan Maluku Utara karena mereka tahu militansi orang-orang Maluku/Maluku Utara sangat tinggi. “Mereka menginginkan Maluku ini rusuh agar mereka bebas menenteng senjata kemana-mana,” ucapnya. (Baca: Eko Kuntadhi: Pakde Jokowi Saatnya Bersih-bersih Benalu dan Parasit NKRI)

ISIS menganggap Negara Indonesia ini kafir karena negara ini tidak menjalankan ajaran Islam secara kaffah sehingga menganggap mereka paling benar. Padahal mereka sangat jauh dari kebenaran. Untuk itu, Jumu mengajak masyarakat menjaga kedamaian yang sudah tercipta di Maluku.

“Sekarang Ambon sudah damai, saya mengajak suadara-saudara semua yang dulu terlibat dan merasakan konflik tahun 1999, agar tidak terjerumus ke jalan yang salah,” imbaunya.

Hadir dalam acara tersebut, Kabintaldam XVI/Pattimura Kolonel Inf Kosasih, Waka Infolahtadam XVI/Pattimura Letkol Inf Umar. Mantan Panglima Operasi Pusat Komando Jihad Maluku 2000-2002 Ustadz Jumu Tuani dan Abdullah Latuapo, M.

Termasuk para janda dan mantan mujahid Maluku. Serta mereka yang pernah terlibat dalam konflik di Ambon pada 1999 yang berasal dari Kebun Cengkeh, Air Salobar, Leihitu, Salahutu dan dalam kota Ambon. (Baca: Denny Siregar: Jokowi Geram, Para Mafia & Kelompok Radikal Ancam NKRI)

Narasumber lainnya Abdullah Latuapo mengatakan, kelompok radikal ISIS ini ingin mempengaruhi masyarakat yang ada di Maluku agar Maluku yang saat ini sudah aman dan tentram kembali terjadi kerusuhan seperti pada 1999.

“Peristiwa kerusuhan beberapa tahun silam sudah cukup membuat kita menderita. Kalau ada ajaran-ajaran seperti ISIS itu ajaran tidak benar, karena Islam tidak mengajarkan kekerasan antara sesama manusia,” katanya. (Baca: Nadirsyah Hosen: Memproteksi NKRI dari Penyelundup Demokrasi “HTI”)

Sementara itu, Kabintaldam XVI/Pattimura Kolonel Inf Kosasih mengatakan, masyarakat harus bangga berada di Maluku dan menjadi warga negara Indonesia yang diciptakan dengan berbagai suku dan keanekaragaman adat istiadat serta budaya namun, bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai.

“Jadi kalau ada yang datang dengan ajaran yang menyimpang dari Alquran itu adalah ajaran yang sesat,” timpalnya. Dia mencontohkan, bagaimana negara-negara Arab seperti Libya, Suriah yang pemerintahannya hancur berantakan hanya karena ulah kelompok-radikal yang menghalalkan segala cara.

“Di bulan suci Ramadhan ini mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, sehingga kita mendapatkan pahala yang berlipat ganda,” tandasnya.  (SFA)

Sumber: SindoNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: