Fokus

Mantan Menlu Suriah: Jika NATO Serang Suriah, Kami akan Bombardir Tel Aviv dengan Rudal

Minggu, 09 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Mantan Menlu Suriah Bahjat Sulaeman yang sedang melakukan lawatan ke Oman, mengancam akan membombardir Tel Aviv dalam kasus NATO yang telah membombardir lokasi tentara pemerintah Suriah. Tidak hanya itu, ia juga mengancam beberapa negara yang terlibat dalam agresi ke Suriah. (Baca: Tel Aviv: Kemenangan Suriah Adalah Ancaman Serius Bagi Israel)

Dikutip dari status halaman Facebook pribadi milik Sulaeman yang menulis “setiap rudal NATO yang ditembakkan ke wilayah Suriah, akan mendapat balasan 4 roket secara langsung ke tanah Israel”.

Ini hanya sebagai pembuka saja, karena kami masih punya target-target lain, yang akan datang tiba-tiba, dan rudal suriah dapat mencapai target jarak jauh, yang bisa mencapai Oman dan Riyadh. (Baca: Konspirasi Turki dan Israel Hancurkan Suriah)

Moskow pada gilirannya merespon ancaman NATO dengan mengirim Rudal anti pesawatnya ke Suriah. Ringkasnya, bentuk dukungan Rusia untuk memberikan peringatan keras kepada Washingthon, pihak juru bicara Kemenlu Rusia menyatakan sebuah pernyataan”Maju satu langkah, akan mengakibatkan kehancuran di seluruh wilayah”.

Moskow tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menanggapi ancaman Amerika dengan pesan “Api” Kaliber berat. Rusia telah menyerahkan sistem pertahanan udaranya S300 ke Suriah sebagai tanggapan atas ancaman Dewan Keamanan Nasional Amerika yang mengatakan “Pelajaran” dan “Pilihan” antara dirinya atau melawan pemerintah Suriah.

Surat Kabar itu tidak menampik Moskow mengirim ribuan pasukan khusus dan telah bergabung di sebelah timur kota Al Baab, terkait dengan perkembangan di lapangan saat-saat terpenting pembebasan di Aleppo, dan sebagai persiapan bersama tentara Suriah untuk mengantisipasi masuknya tentara Koalisi dan tentara Turki serta para militan yang beroperasi sampai ke Kota Strategis.

Dikutip dari seorang analis militer, Lucas Murphy inilah kekhawatiran Washigton dan sekutunya yang semakin meningkat karena semakin dekatnya waktu pembebasan Aleppo di tangan tentara Suriah dan koalisinya, mereka berjuang mati-matian pada akhir-akhir ini melawan militan yang berada di timur kota, kemungkinan besar tentara Suriah mengerahkan serangan kualitatif di sisi kanan dan kiri dalam pertempuran sehingga mampu membebaskan Dara’a. (Baca: Inilah Sumber Konflik dan Perang Suriah)

Situs “Sky News” menyatakan bahwa Rusia telah mengerahkan sistem Anti Rudalnya di wilayah Suriah untuk pertama kalinya semenjak intervensi militer langsung di Suriah lebih dari setahun yang lalu.

Ini menunjukkan bahwa Tentara Suriah mendapatkan hasil yang signifikan dengan menggunakan persenjataan milik Rusia yang berkwalitas, dan puncaknya setelah penerapan sistem pertahanan udara S300. (Baca: Tentara Suriah Tunggangi Tank “Tiger”, Senjata Canggih Rusia Untuk Tumpas ISIS)

Namun Rusia memiliki pandangan lain, yang diberitakan “Sputnik” bahwa Moskow menerangkan Turki telah memberikan usulan kepada AS tentang kerjasama pembebasan Raqqa. Agen itu menjelaskan bahwa Washingthon dan Ankara mustahil bisa membebaskannya tanpa bantuan Rusia dan Iran, karena tentara Amerika telah meledakkan tiga jembatan Sungai Efrat yang akan dilewati pasukan untuk berkumpul dan bergabung dengan Pasukan Iraq, Pasukan Iran, Pasukan Suriah di perbatasan Suriah-Iraq untuk menghadapi teroris di Raqqa, jika tidak jembatan tidak diledakkan oleh AS tentunya tentara Suriah pasti berada di garis depan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: