Fokus

Mantan Lady Rocker Inggris “Nyonya Teror” ISIS Mau Kabur dari Raqqah Dihadang Bocah 12 Tahun

Senin, 31 Juli 2017 – 16.56 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RAQQAH – Perekrut ISIS terkenal asal Inggris, Sally Jones, dilaporkan dicegah bocah lelaki 12 tahun ketika ingin melarikan diri dari Raqqa, Suriah. Sally Jones, mantan lady rocker yang dijuluki “Nyonya Teror” ini ingin kabur dari Raqqa setelah ISIS tersudut oleh serangan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). (Baca: Bendahara ISIS Asal Saudi Kabur dan Larikan Uang Organisasi)

Bocah lelaki yang mencegah Sally Jones untuk melarikan diri adalah anaknya sendiri yang telah dicuci otaknya oleh kelompok ISIS.

Jones melakukan perjalanan ke wilayah yang dikuasai ISIS dengan anaknya, Jo-Jo, tiga tahun lalu. Dia menikah dengan Junaid Hussain, yang terbunuh dalam serangan udara AS pada tahun 2015.

Julukan “Nyonya Teror” melekat padanya karena reputasinya sebagai perekrut andalan ISIS. Pada awal Juli lalu, dia dilaporkan ingin pulang ke Inggris setelah kelompok radikal di Timur Tengah itu terus mengalami kekalahan. (Baca: Para Pemimpin ISIS Kabur dari Anbar dengan Membawa Uang dalam Jumlah Besar)

Seorang teman Jones mengatakan kepada The Sun bahwa satu-satunya yang menahannya di wilayah Raqqa adalah anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun.

“Jo-Jo hanya anak biasa saat dibawa pergi dari rumahnya di Kent. Dia (Jones) menghancurkan semua itu dengan melarikan diri bersamanya,” kata teman Jones yang meminta tak diidentifikasi dalam wawancaranya dengan The Sun, yang dilansir Senin (31/7/2017).

Anak laki-laki tersebut telah diberi nama Hamza oleh ISIS. Menurut laporan media Inggris tersebut, sang bocah pernah mengeksekusi tahanan. (Baca: BEJAT! Pengakuan Pilu Budak Seks ISIS: Saya Diperkosa Tiap Hari)

Sementara itu, seorang istri militan ISIS yang berhasil melarikan diri dari kelompok radikal tersebut mengatakan kepada media bahwa dia pernah tinggal dengan dua rekrutan asal Inggris lainnya, Salma dan Zahra Halane. Jones, menurutnya, secara teratur mengunjungi mereka.

Pada awal Juli, seorang wanita lain yang juga pernah tinggal di Raqqa mengatakan kepada Sky News bahwa Jones menangis. ”Dia ingin pulang ke Inggris tapi ISIS mencegahnya karena dia sekarang adalah istri militer (ISIS),” kata wanita yang juga menolak diidentifikasi. (SFA)

Sumber: SindoNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: