Fokus

Mantan Kepala BIN: Tangkap Pihak-pihak yang Bantu Teroris

Hendropriyono

JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono angkat bicara soal peristiwa meledaknya bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik dalam situasi seperti ini.

Dia mengibaratkan fenomena terorisme semacam ini seperti gunung Krakatu yang berpotensi meletus lagi. Meski demikian, dia percaya polisi dan TNI akan mampu mengatasinya.

Baca: Wiranto: Jangan Sampai Politik Dimanfaatkan Kelompok Radikal Kuasai Kekuasaan

“Kekuatan mereka yang seperti puncak Gunung Krakatau ini berpotensi meletus lagi, tapi Polri dan TNI akan mampu meredamnya,” kata Hendropriyono.

Program deradikalisasi dinilainya sudah jalan. Kini masyarakat perlu bersatu melawan terorisme, seperti warga Jawa Barat yang melawan DI/TII pada masa silam.

“Pada era 1960-an berhasil dengan gemilang menumpas DI/TII, karena bersatu padu mengepung mereka dengan melakukan pagar betis di daerah Majalaya,” ujar dia.

Baca: Ustad Abu Janda: HTI Dihajar Ansor Sel Teroris ISIS Bangkit

Hendropriyono mengungkapkan idenya agar di setiap Rukun Tetangga (RT) memiliki semacam tahanan untuk orang-orang yang dicurigai sebagai teroris. Nantinya, orang-orang yang mencurigakan itu bisa diserahkan ke aparat.

“Tahan setiap orang yang mencurigakan, untuk langsung serahkan kepada polisi atau kesatuan TNI yang terdekat. Sangat bermanfaat jika setiap RT punya kontainer tempat tahanan sementara sebelum alat negara datang,” kata dia.

Dia juga berpesan agar pihak-pihak yang membela teroris ditangkap saja. Menurutnya, masyarakat tak perlu terlalu pusing dengan urusan Hak Asasi Manusia (HAM) bila hendak menangkapi orang-orang mencurigakan. HAM yang harus dijunjung tinggi adalah HAM setiap orang Indonesia untuk hidup aman dan sejahtera.

Baca: Surat Terbuka Netizen Kepada Fans ISIS di Indonesia

“Tangkap para tokoh masyarakat yang bicara dan berbuat membela teroris. Ingat bahwa hukum yang tertinggi dalam situasi seperti ini adalah keselamatan rakyat. Singkirkan semua bualan tentang HAM teroris dalam kondisi rakyat di bawah bayang-bayang terorisme ini,” tuturnya. (SFA)

Sumber: Jurnal politik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: