Headline News

Majalah Intelijen Bongkar Wajah Busuk Qatar dan Turki Bantu ISIS di Suriah

Selasa, 18 April 2017 – 08.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Majalah Intelligence Online yang khusus membahas urusan intelijen memperkirakan bahwa AS berperan dalam mencatat orang-orang yang memasuki Suriah melalui Turki, dan diantaranya terdapat tentara bayaran yang datang dari Amerika Latin sekitar 400 orang. (Baca: Operasi Kotor Saudi, Qatar dan Turki di Balik Aksi Terorisme Dunia)

Majalah tersebut juga mengungkapkan tentang peran penting Turki dalam menyelundupkan anggota teroris menuju Suriah dan wilayah Timur Tengah, dan diperkirakan jumlah warga asing yang bergabung dengan barisan ISIS melalui pintu gerbang Turki mencapai sekitar 30.000 orang teroris asing selama tahun 2016 lalu, namun untuk menciptakan citra baik, Turki memilih berdiri di samping barisan koalisi internasional untuk melawan ISIS.

Dan Turki telah menunjukkan dua wajahnya yakni mendukung teroris dan berpura-pura melawannya, dan badan intelijen ini mengatakan “Sesungguhnya Ankara melakukan proses seleksi yang detail namun menipu hanya untuk memfasilitasi masuknya militan asing ke wilayah Suriah, dan pada saat Turki menyelundupkan orang-orang yang ingin bergabung dengan ISIS ia menghambat masuknya orang lain untuk mengalihkan perhatian mereka”.

Majalah ini juga mengungkapkan bahwa dalam rangka usaha Turki untuk memelintir fakta dukungannya terhadap para teroris di Suriah yang didanai oleh Qatar, Turki mengumumkan pada bulan Agustus tahun lalu bahwa pihaknya telah menangkap 9 warga asing dari Tobago dan Trinidad di Karibia yang disinyalir mencoba untuk bergabung dengan ISIS di Suriah melalui Venezuela, kemudian ke ibukota Belanda Amsterdam dan kemudian ke Turki, dari Turki barulah ke Suriah, hingga mereka ditangkap di kota Adana oleh polisi Turki dan hal ini hanyalah untuk menciptakan citra Turki sebagai negara yang melawan teroris. (Baca: Saudi, Turki dan Qatar Dibalik Panasnya Pertempuran di Damaskus)

American Journal mengutip dari staf intelijen yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa Turki menerapkan kebijakan pengendalian atau penyelundupan warga asing yang ingin bergabung dengan ISIS di Suriah, dan biasanya para ekstrimis amatirlah yang ditangkap oleh pihak berwenang Turki sebagai kambing hitam yang kemudian diserahkan kepada koalisi internasional yang memerangi ISIS dan sekali lagi hal ini dilakukan untuk menciptakan citra Turki sebagai negara yang memerangi teroris. Sedangkan para ekstrimis ataupun tentara bayaran yang profesional dalam perang dan aksi mafianya lah yang biasanya diselundupkan Turki menuju wilayah Suriah.

American Journal memperkirakan jumlah para teroris yang masuk ke Suriah melalui Turki yang terdiri dari tentara bayaran, pembunuh profesional dan esktrimis yang berpengalaman dalam perang gerilya yang berasal dari Amerika Latin saja jumlahnya mencapai 400 orang. (Baca: Qatar, Saudi dan Teroris Terlibat Pembakaran Dua kota Besar di Suriah)

Perlu dicatat bahwa Departemen Keamanan di Republik Tobago dan Trinidad di Karibia memperkirakan jumlah warga sipil dari warga negara mereka yang berada di Suriah yang terdiri dari para wanita, anak kecil dan para pekerja mencapai 105 orang. (SFA)

Sumber: Mepanorama

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: