Headline News

Mahmoud Abbas: AS Tak Pantas Lagi Jadi Pendukung Proses Perdamaian di Palestina

Sabtu, 09 Desember 2017 – 09.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RAMALLAH – Seruan untuk melakukan demo besar-besaran pada Jum’at 08 Desember betul-betul dilaksanakan oleh rakyat Palestina. Usai menunaikan shalat Jum’at di Masjidil Aqsa, ribuan warga Palestina berjalan menuju gerbang Kota Tua Yerusalem untuk berunjuk rasa.

Baca: Bentrokan Dahsyat Palestina-Israel Pasca Deklarasi Trump Terkait Yerusalem Ibukota Israel

Mengetahui aksi unjuk rasa di seluruh Palestina tersebut, Presiden Mahmoud Abbas akhirnya angkat bicara. Pria berusia 82 tahun itu menuding bahwa Amerika Serikat (AS) sudah tidak lagi pantas menyandang gelar sebagai pendukung proses perdamaian.

“Kami menolak keputusan Amerika terkait Yerusalem. Dengan posisi ini, AS sudah tidak lagi pantas menjadi pendukung proses perdamaian,” bunyi pernyataan resmi Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas.

Aksi serupa juga digelar di seluruh wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza. Tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina di dekat perbatasan Gaza. Sementara satu orang lagi meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit di wilayah yang dikuasai Hamas tersebut.

Baca: Analis: Bin Salman korbankan Palestina hanya untuk normalisasi hubungan dengan Israel

“Ratusan warga Palestina berunjuk rasa dengan membakar ban dan melempari tentara kami di perbatasan dengan batu. Selama keributan tentara IDF menembak secara selektif ke arah dua orang penghasut,” bunyi pernyataan resmi militer Israel, mengutip dari Reuters, Sabtu (9/12/2017).

Menurut data Bulan Sabit Merah Palestina, lebih dari 80 orang luka-luka di Tepi Barat dan Jalur Gaza akibat tembakan dari militer Israel. Puluhan orang lainnya juga menderita sesak napas akibat tembakan gas air mata.

Sementara di Yerusalem, warga Palestina berunjuk rasa setelah menunaikan salat Jumat di Masjidil Aqsa. Mereka beramai-ramai berjalan kaki menuju gerbang Kota Tua Yerusalem dan meneriakkan yel-yel menentang pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Baca: Kecaman Pedas Uskup Yunani kepada Trump Terkait Yerusalem Ibu Kota Israel

Sebagaimana diberitakan, Ketua Partai Hamas, Ismail Haniyeh, menyerukan agar warga Palestina bersatu padu untuk menjadikan Jumat 8 Desember sebagai “Hari Kemarahan”. Panggilan itu dinyatakan tidak lama setelah pemerintah AS secara resmi mengakui bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel pada Rabu 6 Desember. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: