Headline News

Mahar Besar Riyadh Bikin Alot Pembebasan Milarder Saudi ‘Alwaleed Bin Talal’

Senin, 15 Januari 2018 – 07.11 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Pangeran Al-Waleed bin Talal, miliarder Saudi yang masuk 100 orang paling berpengaruh di dunia pada tahun 2008 menurut majalah TIME, telah ditahan selama dua bulan sebagai bagian dari kampanye anti-korupsi di Arab Saudi.

Baca: Tak Hanya Pangeran, Pihak Berwenang Saudi Tahan Putri Alwaleed bin Talal

Bin Talal sedang menegosiasikan persyaratan pembebasannya dari tahanan dengan otoritas Saudi, seorang pejabat yang mengetahui situasi tersebut mengatakan.

“Bin Talal menawarkan (mahar besar) sebuah angka tertentu namun tidak memenuhi angka yang diminta darinya, dan sampai hari ini jaksa agung belum menyetujuinya,” kata pejabat tersebut pada hari Minggu tanpa menyebut nama.

Laporan tersebut muncul sehari setelah sumber lain yang tidak diungkapkan mengatakan bahwa pangeran yang ditahan berusaha untuk membebaskan dakwaan yang dia hadapi dengan imbalan “sumbangan” dari asetnya. Namun, pemerintah konon membantah tawaran tersebut.

Baca: Lebih dari 20 Pangeran Telah Dibebaskan dengan Jaminan Fantastis

Sebelum itu, Wall Street Journal merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa Riyadh menginginkan pangeran membayar $ 6 miliar untuk kebebasan. Yang terakhir, bagaimanapun, dilaporkan mencoba meyakinkan pihak berwenang untuk mengambil alih bisnisnya. Pangeran Talal memiliki perusahaan investasi global Holding Kingdom, yang memiliki saham di perusahaan seperti Twitter dan Four Seasons Hotels & Resorts.

Bin Talal, yang kekayaan bersihnya diperkirakan astronomous $ 17 miliar, dicurigai melakukan pencucian uang, penyuapan dan pemerasan. Pangeran yang ditahan di antara 200 pangeran dan pejabat lainnya pada akhir tahun lalu, belum secara resmi mengomentari tuduhan tersebut.

Baca: Jaksa Agung Saudi Buka Suara Terkait Penangkapan Pangeran dan Menteri

Puluhan pejabat Saudi telah dibebaskan setelah mencapai kesepakatan penyelesaian.

Riyadh dilaporkan berusaha untuk mengalokasikan uang yang disita dari anggota keluarga kerajaan yang ditahan untuk mendanai berbagai proyek pembangunan. Seorang menteri Saudi mengatakan pada awal Desember bahwa pemerintah berharap dapat mengumpulkan antara $ 50 dan $ 100 miliar. (SFA)

Sumber: Sputnik News

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: