Fokus

Magnet Suriah dan Ultimatum ISIS Bagi Warga Negara Indonesia

WNI Gabung ISIS di Suriah

Sabtu, 27 Januari 2018 – 11.55 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Suriah dalam beberapa tahun belakangan seolah memiliki magnet tersendiri. Banyak orang yang berbondong-bondong menuju Suriah dengan harapan dapat mewujudkan hidup di bawah naungan syariah Islam hingga mendapat kehidupan yang lebih layak dan baik.

Baca: Dijanjikan ISIS Kaya dan Punya 4 Istri, Aldiansyah Menyesal & Ingin Pulang ke Indonesia

Diketahui, warga negara Indonesia yang berada di Suriah mencapai 600 orang. Namun, jumlah WNI yang berusaha masuk ke Suriah melalui Turki melampaui angka tersebut. Banyak dari mereka yang dideportasi dari Turki saat ingin melewati perbatasan.

Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Solahudin mengatakan, salah satu faktor Suriah begitu diidamkan tak hanya oleh WNI, tapi warga dunia karena ultimatum dari pimpinan ISIS.

Simpatisan ISIS asal Indonesia yang cukup terkenal yakni Aman Abdurrahman. Ia merupakan pendiri Jamaah Ansharut Daulah yang bertanggungjawab di balik sejumlah peristiwa bom beberapa tahun belakangan.

Baca: Mantan Pejabat Batam Pulang Bersama 18 WNI yang Kabur dari ISIS di Suriah

Solahudin mengatakan, Aman menyerukan pada pengikutnya bahwa ada beberapa pilihan untuk berjihad, Pertama, yakni hijrah ke Suriah karena merupakan kewajiban utama ansharut daulah.

“Kalau tidak bisa hijrah karena ditangkap, alternatif kedua. Amaliyah (dengan melakukan aksi teror) di negeri sendiri,” ujar Solahudin.

Jika tidak mampu juga melakukan sendiri aksi teror, maka bisa dengan menyumbangkan harta ke orang lain yang terpilih. Nantinya, penerima uang itulah yang melakukan aksi teror.

“Itu yang menyebabkan angka serangan teror di Indonesia makin meningkat karena seruan tersebut,” kata Solahudin.

Baca: Ahmad Zainul Muttaqin: WN ISIS Asal Indonesia Adalah Pengkhianat Bangsa

Tak hanya Aman, fatwa itu juga disampaikan juru bicara ISIS, Abu Muhammad al- Adnani, semasa hidupnya. Apabila pintu hijrah ditutup, maka buka pintu hijrah di negeri sendiri.

Solahudin mengatakan, hampir semua pelaku teror mengaku motivasi melakukan aksi karena pintu hijrah ditutup. Mereka tidak bisa berangkat ke Suriah karena penjagaan wilayah perbatasan Turki diperketat.

Di samping itu, kata Solahudin, ada motif lain WNI berbondong-bondong ke Suriah karena ramalan akhir jaman. Banyak hadist menyebutkan keutamaan Suriah di akhir zaman dan menjadi tempat yang diberkati. Sebab, di sanalah terjadi perang antara Imam Mahdi dengan Dajjal.

“Banyak hadist mengatakan kalau sudah akhir zaman, wajib pergi ke Suriah walau harus merangkak di atas salju. Itu yang membuat mereka berangkat ke Suriah, salah satunya ingin menyambut akhir zaman,” kata Solahudin.

Solahudin memiliki beberapa pengalaman menemui deportan yang hendak berangkat ke Suriah. Salah satunya seorang pengusaha perempuan yang cukup sukses di Indonesia. Perempuan itu mengaku ingin bertemu Imam Mahdi di Suriah. Ia meyakini akhir zaman telah tiba setelah menonton tayangan televisi tentang tanda-tanda akhir zaman.

Ada pula yang memiliki kehidupan yang lebih layak di Suriah. Mereka termakan iming-iming video propaganda ISIS yang menggambarkan bahwa situasi di Suriah penuh kedamaian, mendapat makanan gratis, fasilitas kesehatan gratis, dan upah yang sangat tinggi.

Namun, begitu sampai di Suriah, mereka kecewa dan kembali ke tanah air. Dengan demikian, kata Solahudin, orang yang berangkat ke Suriah belum tentu karena ingin berperang dan menjadi teroris.

“Orang yang berangkat ke Suriah ini tingkat radikalisme berbeda. Yang bahaya yang niatnya perang. Kalau yang niatnya ingin memenuhi akhir jaman, tingkat radikalismenya berbeda,” kata dia.

Solahudin mengatakan, sejumlah WNI mengaku tertarik masuk menjadi simpatisan ISIS karena menganggapnya sebagai agen perjalanan. ISIS dengan senang hati mengumpulkan orang dan memberangkatkannya ke Suriah. Agen-agen ISIS di Indonesia memanfaatkan orang yang sudah terpapar dengan fatwa ISIS dan keyakinan soal akhir jzman.

“Jadi alasannya karena yang bisa fasilitasi adalah orang ISIS. Bukan karena dia fanatik dengan ISIS. Makanya dia gabung dengan ISIS,” kata Solahudin. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: