Analisis

LSM: Motif WNI ke Suriah Kepincut Janji Palsu Manis ISIS

Deportan Suriah

JAKARTA – Dete Aliah, Serve Indonesia, LSM yang menangani deportan dari Suriah, memberikan catatan selama diskusi berjudul Mencegah Perkembangan Terorisme di Indonesia pada Kamis, 25 Mei 2018 di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta.

Baca: Istri Petinggi ISIS yang Ditangkap di Filipina Putri KH Madrais Babelan

Sulit untuk memastikan berapa warga negara Indonesia yang pernah ke Suriah namun sudah kembali lagi ke Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, ada 284 deportan dari Suriah yang ditampung di dua tempat penampungan sementara milik kementerian tersebut.

Sedangkan, jihadis yang sudah balik ke Indonesia dari Suriah dan sedang ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebanyak 18 orang dan berasal dari satu keluarga. Namun, sebenarnya jumlah jihadis pulang dari Suriah ada banyak namun tidak dipublikasikan.

Baca: Mantan Pejabat Batam Pulang Bersama 18 WNI yang Kabur dari ISIS di Suriah

Kebanyakan deportan dipulangkan dari Turki, tapi ada juga yang dideportasi dari Hong Kong, Taiwan, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. Para deportan ini dijemput di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Ketika dijemput oleh Densus, diinvestigasi dulu apakah terafiliasi ke kelompok radikal ISIS, Jabhat Nusrah dan yang lain-lain ada di sana (Suriah). Kalau tidak ada (afiliasi), maka langsung dikirim ke Kementerian Sosial untuk direhabilitasi. Tapi kalau ada potensi berafiliasi dengan kelompok radikal, maka dia dibawa ke Mako Brimob untuk diproses secara hukum.

Baca: Magnet Suriah dan Ultimatum ISIS Bagi Warga Negara Indonesia

Detasemen Khusus 88 Antiteror kecolongan karena Khalid Abu Bakar yang berafiliasi dengan ISIS tidak terpantau saat pulang dari Suriah. Bukannya dimasukkan ke tahanan di Markas Komando Brimob, dia malah ditampung di Kementerian Sosial. Khalid inilah yang mengajarkan paham ekstrem kepada Dita, bersama istri dan keempat anaknya yang melakukan serangan bunuh diri terhadap tiga gereja di Surabaya.

Motif warga Indonesia pergi ke Suriah itu bermacam-macam. Ada yang kepincut dengan janji-janji manis ISIS, seperti pekerjaan dengan gaji besar, pendidikan gratis, dan apartemen gratis. Ada juga yang ke Suriah karena rasa solidaritas untuk membantu warga Sunni Suriah diperangi oleh pasukan rezim Suriah (meskipun perang di Suriah bukan perang Sektarian). Ada pula yang ke sana untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Baca: Isu Sektarian Senjata Ampuh Barat-Arab Saudi Hancurkan Suriah dan Assad

Yang menarik ada yang pindah ke Suriah karena ingin mencari tempat baru dan wilayah dikuasai ISIS diyakini tempat mendidik anak yang sesuai dengan ajaran Islam. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 8 WNI Deportan dari Suriah Diduga Gabung ISIS | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: