Headline News

Lindungi Masjid dari Retorika Ekstrimis, Perancis Keluarkan Piagam Imam

Kamis, 30 Maret 2017 – 19.03 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PARIS – Dewan Perancis untuk urusan Agama Islam, Rabu (29/03/2017) mengumumkan “Piagam Imam” untuk membantu masjid-masjid dalam menghadapi retorika ekstremis dengan cara yang lebih baik. (Baca: Intelijen Jerman Pantau Masjid-masjid Kantong Kelompok Ekstrimis Wahabi)

Kurang dari satu bulan pemilihan presiden di negara terbeut, Perancis telah melihat beberapa serangan berdarah oleh para mujahidin, maka dengan penerapan piagam ini yang telah disiapkan dalam waktu yang lama bertujuan untuk menyatakan “komitmen para pemimpin Perancis dengan Islam moderat dan setia dengan negara,” sebagaimana yang diumumkan oleh Dewan Federasi Islam.

Masjid-masjid diundang untuk “menandatangani” piagam “sebagai elemen kunci yang akan diwakili oleh salah satu imam dalam penandatanganannya.”

Sebelumnya, Dewan Perancis untuk urusan Agama Islam menyatakan pada musim gugur 2015, tak lama setelah serangan 13 November di Paris, dengan  menyatakan niatnya untuk mengusulkan Piagam tersebut. (Baca: Warga, Ulama dan Tomas Usir Kelompok Wahabi yang Ingin Rebut Masjid NU:Video)

Terlepas dari “dakwah kebencian”, pemerintah telah mendorong Dewan untuk menanggapi munculnya para pengkhotbah fundamentalis.

Tetapi proyek belum terbentuk sejak saat itu, mengacu pada kesulitan dalam mengajukan proyek “Islam Perancis” kepada para pemimpin Muslim yang mayoritas terkotak-kotak, dan menderita karena representasi yang buruk. (Baca: Syaikh Al-Azhar Beberkan Sejarah Tragedi Wahabi Saudi Bantai 30 ribu Jamaah Haji: Video)

Di Perancis, sudah ada sekitar 1.800 imam, beberapa dari mereka bekerja tanpa biaya dan lainnya hanya berpindah-pindah, mereka memimpin sholat di hampir 2.500 masjid dan mushala, menurut perkiraan, seperti dilansir Raialyoum (29/03). (Baca: Perancis Tutup 4 Masjid Salafi yang Sebarkan Ideologi Radikali)

300 dari mereka  “didatangkan” dari Aljazair, Maroko dan Turki. Sekitar empat sampai lima juta Muslim di Perancis dalam kerangka perjanjian antara Paris dan negara-negara Eropa lain. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: