Headline News

Ledakan di Pangkalan Militer Hama Bukan Serangan Israel

Ledakan dahsyat gudang senjata di Hama

SURIAH – Hampir selusin pasukan pemerintah Suriah dan sekutu dari kelompok-kelompok pertahanan populer telah kehilangan nyawa mereka ketika ledakan besar mengguncang gudang senjata dan depot bahan bakar di pangkalan militer, Hama, seperti dilansir PTV (18/05).

Kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa empat ledakan berturut-turut terjadi akibat kebakaran di lokasi itu pada Jumat sore. Gambar-gambar yang dipublikasikan di media sosial menunjukkan gumpalan besar asap kelabu mengepul ke langit. Petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan ke daerah itu dan mencoba memadamkan api.

Baca: Gagal Temukan Bukti, Rusia Veto Penyelidikan Baru Serangan Kimia di Douma Suriah

“Ledakan itu melanda beberapa depot senjata dan bahan bakar di bandara militer Hama,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. “Kebakaran mungkin disebabkan oleh masalah teknis,” tambahnya.

Abdel Rahman mengatakan sebelas tentara Suriah dan tentara sekutu tewas dalam ledakan itu, sementara lusinan lainnya menderita luka atau masih belum diketahui.

Baca: Fox News: AS Dibalik Pelatihan dan Persenjataan Oposisi Moderat Suriah

Insiden itu terjadi ketika pasukan Suriah dan para pejuang dari kelompok-kelompok pertahanan populer telah membuat keuntungan teritorial baru di Hama, merebut kembali daerah-daerah di bagian selatan provinsi itu setelah evakuasi milisi Takfiri ke provinsi Idlib yang dikuasai oleh militan.

Sementara itu, pasukan pemerintah Suriah telah menemukan sejumlah tank tempur dan menemukan gudang senjata milik teroris Takfiri saat menyisir wilayah Qalamoun Timur.

Baca: Iran: Jika Israel Kembali Serang Suriah, Kami Akan Balas Lebih Kuat

Kantor berita SANA melaporkan bahwa tentara Suriah menemukan tank, roket, mortir, rudal anti-tank, senapan serbu, senapan mesin, roket, granat roket, peluncur roket buatan lokal dan detonator jarak jauh, saat mereka melakukan pembersihan di pegunungan al-Batra dan al-Rhaiba. Amunisi diyakini telah ditinggalkan oleh Jaysh al-Islam dan Jabhat al-Nusra. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: