Headline News

Lebih dari 100 Wartawan Tewas Saat Meliput Pertempuran di Mosul

Sabtu, 15 Juli 2017

SALAFYNEWS.COM, BAGHDAD – Federasi Jurnalis Arab (FAJ) telah mengumumkan bahwa lebih dari 100 wartawan Irak telah kehilangan nyawa dan luka-luka saat meliput pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Irak dan teroris Takfiri ISIS menjelang pembebasan kota terbesar kedua di negara itu dari Para ekstremis.

FAJ yang berbasis di Kairo, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis, mengumumkan bahwa 47 wartawan terbunuh, sementara 55 lainnya luka-luka saat menemani pasukan keamanan selama pertempuran di Mosul dan melaporkan terjadinya bentrokan.

Federasi tersebut juga menyampaikan pertanyaan mendalam kepada wartawan Irak, yang meliput rincian pertempuran di Mosul, memuji kemenangan pasukan pemerintah atas ISIS di sana.

Pada 24 Juni, wartawan Prancis Véronique Robert meninggal karena luka yang dia alami sebelumnya dalam sebuah ledakan di bagian barat Mosul saat dia meliput serangan pasukan pemerintah Irak melawan teroris ISIS Takfiri.

Sophie Pommier, juru bicara Kedutaan Besar Prancis di Baghdad, mengatakan Robert kehilangan nyawanya di sebuah rumah sakit di ibukota Prancis, Paris.

Wartawan tersebut telah dipulangkan dan dipindahkan ke rumah sakit pada hari Jumat setelah dioperasi di Baghdad.

Televisi Prancis mengatakan Robert telah meliput berbagai konflik dan menyatakan “ucapan belasungkawa yang tulus.”

Jurnalis video Prancis Stephan Villeneuve dan wartawan Irak Kurdi Bakhtiyar Haddad, yang bekerja dengan Robert, tewas dalam sebuah ledakan 19 Juni di Mosul. Haddad meninggal beberapa saat setelah ledakan tersebut dan Villeneuve meninggal beberapa jam kemudian karena luka-lukanya.

Mereka bekerja untuk program berita investigasi yang disiarkan Special Envoye oleh saluran televisi nasional Prancis 2.

Reporter Samuel Forey, yang bekerja untuk sejumlah organisasi media Prancis, termasuk harian Prancis Le Figaro, juga menderita luka ringan dalam aksi teror.

Metro Center untuk jurnalis dan advokasi mengatakan bahwa Haddad terluka tiga kali sebelumnya saat ia meliput perang di Mosul.

Pada bulan Februari, koresponden Kurdi Irak Shifa Gardi, 30, tewas dalam ledakan bom pinggir jalan saat meliput bentrokan antara pasukan pemerintah Irak dan teroris ISIS di selatan Mosul. Ia bekerja untuk jaringan televisi Rudaw berbahasa Kurdi, sementara rekannya, Younis Mustafa mengalami luka-luka.

Pada 22 Oktober 2016, seorang juru kamera yang bekerja untuk jaringan televisi berbahasa Arab al-Sumaria ditembak mati oleh seorang sniper ISIS saat meliput kemajuan militer Irak di dekat desa al-Syura, yang terletak di sebelah selatan Mosul. Wartawan yang terbunuh itu diidentifikasi sebagai Ali Raysan. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: