Eropa

Lavrov: Oposisi Riyadh Masih Menginginkan Suriah Hancur

Jum’at, 01 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa “pemaksaan kehendak Washington untuk memperpanjang waktu yang diberikan kepada kelompok yang disebut sebagai “oposisi moderat” agar memisahkan diri dari kelompok teroris Jabhat Al-Nusra di Suriah, tampak seperti bertujuan melindungi para teroris”.

Lavrov saat konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault, di Paris kemarin mengatakan “sejumlah faksi yang disebut oposisi moderat masih banyak tersebar di wilayah kelompok teroris Jabhat Al-Nusra.. mereka masih tidak memisahkan diri darinya”, ia menambahkan bahwa “penundaan pemisahan diri kelompok-kelompok yang didukung oleh Washington dari kelompok teroris Jabhat Al-Nusra memungkinkan bagi para teroris untuk mendapatkan lebih banyak peralatan dan senjata serta dana guna menguatkan posisi mereka”.

Lavrov meminta kepada Amerika dan Eropa agar memaksa kelompok-kelompok tersebut segera angkat kaki keluar atau menarik diri dari wlayah yang berada di bawah kendali kelompok teroris Jabhat Al-Nusra sehingga upaya perjanjian penghentian permusuhan dapat mencakup seluruh wilayah Suriah, ia mengatakan “jika tidak, maka akan timbul kesan bahwa ada pihak tertentu yang sengaja berniat memperkuat posisi kelompok teroris tersebut, hal yang dianggap sebagai pelanggaran mencolok terhadap keputusan Dewan Keamanan PBB”.

Lavrov mengatakan bahwa AS-Rusia masih terus melangsungkan kontak dalam hal ini melalui dua pusat wilayah operasi Humaimam dan Oman serta pusat bersama untuk respon cepat terhadap insiden di Jenewa yang di dalamnya tentara militer Rusia dan AS ikut berpartisipasi.

Menanggapi pertanyaan tentang prihal penerapan upaya penghentian permusuhan di Suriah dan penghentian pelanggaran gencatan senjata, Lavrov mengatakan “dalam rangka untuk menerapkan sistem penghentian permusuhan di seluruh wilayah Suriah secara riil maka kepada mitra kami Amerika Serikat dan Eropa serta di daerah yang mereka memiliki pengaruh pada para oposisi yang bergabung dalam gencatan senjata agar memaksimalkan pengaruh mereka demi mendorong para oposisi itu agar segera pergi dari sejumlah pos-pos yang dikendalikan kelompok teroris Jabhah Al-nusrah”.

Di sisi lain, Lavrov mengatakan bahwa “oposisi Suriah” yang mau berurusan dengan Moskow telah mememaparkan “proposal yang konstruktif dan konkrit” untuk menyelesaikan krisis di Suriah, adapun “oposisi Riyadh” mereka memaparkan sejumlah “proposal provokatif dan non konstruktif”, akibatnya dialog intra- Suriah di Jenewa menjadi terhalangi.

Lavrov menyeru utusan khusus internasional untuk Suriah, Staffan de Mistura, agar tidak terseret ke posisi yang tidak konstruktif milik beberapa faksi “oposisi” dan memulai  kembali pembicaraan Jenewa dengan semua yang bersedia untuk berpartisipasi dalam dialog.

Lavrov menambahkan “kami berharap bahwa mitra kami Amerika pada gilirannya mengirimkan sinyal serupa kepada de Mistura dan timnya agar utusan internasional tidak menjadi sandera bagi keinginan sebuah faksi tertentu dari oposisi Suriah”.

Lavrov menyampaikan saran untuk de Mistura dengan mengatakan “kami menyarankan mereka agar mengambil keuntungan dari supremasi yang telah diberikan kepada mereka oleh Dewan Keamanan PBB guna menyeru semua pihak Suriah ke Jenewa secara teratur untuk melangsungkan dialog, adapun jika beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka tidak mungkin akan ikut serta dalam dialog tersebut dengan dalih karena mereka memiliki cara pandang yang berbeda dari apa yang telah dicatat di dalam resolusi Dewan Keamanan PBB maka dalam hal ini biarkan saja mereka tidak ikut”. (SFA)

Sumber: Sana.sy

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: