Eropa

Lavrov: Iran Pemain Kuat dalam Memerangi Teroris di Suriah

Sabtu, 01 April 2017 – 08.29 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia membantah tuduhan AS dan sejumlah sekutunya bahwa Iran mendukung teror, dan menegaskan Republik Islam Iran sebenarnya adalah “pemain kuat” dalam memerangi kelompok teroris di Suriah. (Baca: Analis: Kehadiran Iran di Suriah Bikin Emosi Israel)

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Amerika ‘National Interest’ yang dipublikasikan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (30/03/2017), Sergei Lavrov mengatakan tidak ada satupun fakta yang mendukung klaim Washington bahwa Iran mendukung terorisme.

“Apa yang kita lakukan sekarang dengan Iran dan mereka yang bekerja sama dengan kami serta tentara Suriah, memerangi teroris di Suriah. Iran adalah pemain kuat di kawasan, diundang secara sah oleh pemerintah Suriah,” kata Lavrov.

Iran juga memegang pengaruh pada gerakan perlawanan Hizbullah Libanon, kelompok yang “sah” membantu tentara Suriah dalam operasi kontra-terorismenya, tambah diplomat Rusia. (Baca: Analis: Sekjen Hizbullah Buyarkan Mimpi Erdogan di Suriah)

Lavrov merujuk pada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat Amerika lainnya, yang telah mencap Iran sebagai “negara teroris nomor satu” dan “sponsor terbesar teroris” di dunia.

Dia lebih jauh mengatakan kampanye anti-terorisme Rusia pada 1990-an di wilayah Kaukasus utara, Rusia tidak mendeteksi teroris sama sekali dari Iran pada waktu itu.

“Kita tahu bahwa lingkaran politik dalam benar-benar mendorong sejumlah negara terhadap kelompok-kelompok teroris untuk masuk ke Kaukasus Utara. Iran tidak pernah menantang kedaulatan Federasi Rusia,” kata Lavrov.

Iran telah memberikan dukungan dengan menempatkan penasehat militernya dalam operasi tentara Suriah melawan teroris Takfiri. (Baca: Shadow Commander Tiba di Irak, Skenario ISIS-AS-Zionis Berantakan di Mosul)

Sebaliknya, Amerika dan puluhan sekutunya telah melakukan serangan udara yang selalu diklaim menarget posisi ISIS sejak 2014, tanpa membuahkan hasil dan kemajuan, bahkan menimbulkan ratusan korban sipil. Damaskus sendiri menyebut operasi koalisi pimpinan AS tidak sah dan melanggar kedaulatan Suriah. Lavrov lebih lanjut menyerukan “koordinasi” antara pihak-pihak yang memerangi terorisme di Suriah.

“Dan jika kita semua ingin, Anda tahu, untuk menjatuhkan, untuk mengalahkan teroris di Suriah, harus ada koordinasi. Saya sudah menerapkan ini,” kata Menteri Luar Negeri Rusia. Rusia telah memberi dukungan operasi darat Suriah dengan serangan udara sejak September 2015. (SFA)

Sumber: Sputnik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: