Internasional

Langkah Bahaya Trump di Palestina

Selasa, 14 Maret 2017 – 15.30 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YERUSALEM – Siapapun yang mengikuti semua gerak-gerik para penasihat Presiden AS Donald Trump, apa yang mereka kemukakan pada awak media dan yang mereka ucapkan dalam pertemuan-pertemuan dengan pers, menegaskan fakta bahwa desakan pemerintah baru AS untuk memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem. (Baca: Palestina Kecam Pernyataan Trump dan Clinton Soal Yerusalem)

Sementara itu, tak ada satupun negara-negara Arab yang merespon dan mengambil sikap menghadapi apa yang direncanakan oleh Donald Trump. Respon spontan Arab mengenai pemindahan kedutaan, sangat loyo, tidak memiliki nilai aktual, dan jauh dari langkah-langkah praktis yang dapat memaksakan Washington untuk mundur dari niatnya.

Begitu juga pemerintahan Palestina, belum menyatakan sikap serius dalam menanggapi langkah AS yang sudah semakin dekat, yaitu pemindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Pemerintahan Palestina hanya menyampaikan penjelasan dan protes, dan hal ini tidak memiliki nilai bagi Trump, di hadapan sebuah langkah yang berbahaya yang sangat berefek bagi Yerusalem dan bangsa Palestina. (Baca: Pemukim Zionis Israel Bobol Pintu Gerbang Masjidil Aqsha)

Pemerintahan Palestina belum memiliki persiapan apapun dalam menanggapi pemindahan kedutaan, ia hanya bisa bersabar dan mengunjungi pejabat AS, apa pun bentuknya untuk membuat pengaduan kepadanya. Palestina dalam proses pencarian kontak dengan pejabat AS, paling tidak seorang Konsul, yang dianggap sebagai terobosan diplomatis.

Sumber yang sama menegaskan bahwa pemerintah AS telah mengancam otoritas Palestina yang akan memberikan hukuman keras dan sanksi, jika mereka masih berani melanjutkan proses penindakan dari satu sisi. Seperti pergi ke Mahkamah Pidana Internasional, bahkan berbicara kepada media AS soal sikap dan kebijakan pemerintahan Trump. Ancaman Donald Trump termasuk embargo terhadap pemerintahan Palestina, dan dihapus dari persamaan yang sudah disetujui oleh Washington.

Oleh karena itulah pemerintahan Palestina tidak membuat persiapan untuk melawan apa yang Washington putuskan mengenai perkara Yerusalem dan pemindahan kedutaannya ke kota tersebut. Hal ini akan memudahkan tugas pemerintah AS, dan mempercepat pekerjaan pada langkah pemindahan, lalu apakah hanya Tuhan yang memiliki rencana untuk menghadang semua rencana ini?. (SFA)

Sumber: MNR

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: