Headline News

Kuwait Panggil 3 Warganya yang Masuk Dalam Daftar Teroris Rilisan Saudi Cs

Minggu, 11 Juni 2017 – 00.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KUWAIT – Pada hari Jumat (09/06) dilaporkan bahwa Kuwait telah memanggil 3 warganya yang masuk dalam daftar teroris Teluk Arab dan menempatkan mereka dalam pengawasan ketat serta menarik paspor mereka dan melarang mereka untuk berpergian. (Baca: Stop Sebut “Islam Itu Teroris”, Wahabi Teroris dan Bukan Islam)

Surat kabar Kuwait “al-Qabas” pada hari jumat (09/06) mengungkapkan bahwa Departemen Keamanan Negara telah memanggil Hajaj al-Ajmi, Hakem al-Mutairi dan Hamid al-Ali merupakan tokoh-tokoh yang memiliki pemikiran radikal, setelah nama mereka masuk dalam daftar teroris yang dikeluarkan Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir, sebagaimana orang-orang yang terkait dengan mereka juga akan dipanggil.

Sebelumnya, empat negara Arab yakni Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain telah memasukkan 59 orang dan 12 organisasi dalam daftar teroris terlarang, termasuk yayasan Qatar dan Eid Charity yang didanai oleh pemerintah Qatar. (Baca: Radikalisme dan Terorisme Adalah Buah Haram Wahabisme)

Daftar tersebut resmi dirilis pada hari Kamis (08/06), dari data itu, 18 orang di antaranya adalah warga Qatar yang mencakup pengusaha, politisi, hingga anggota keluarga yang berkuasa termasuk mantan menteri. Selain Qatar, sejumlah warga Yordania, Yaman, Kuwait, Mesir, Libya, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Saudi juga tercatat dalam deretan nama yang dituding mendukung dan mendanai kelompok teroris Nama pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, Yousuf al-Qaradawi, juga masuk dalam daftar tersebut

Surat kabar al-Qabas mengatakan bahwa perilisan daftar teroris oleh empat negara Arab yang memasukkan 3 warga Kuwait tersebut adalah komitmen dalam menjaga keamanan dan politik kawasan. (Baca: ISIS dan Wahabi Serukan Suara Persatuan “SETAN”)

Surat kabar ini mengutip dari sebuah sumber mengatakan bahwa “ketiga orang ini dilarang untuk berpergian untuk sementara waktu. Adapun Hajaj al-Ajmi sedang menjalani penyelidikan karena ia dituduh telah melakukan perjalanan ke Suriah dan negara-negara lain untuk berperang dengan para ekstrimis dan ia menerima sanksi internasional yakni pembekuan aset dan saldo dari rekening bank miliknya, dan ia serta 2 orang lainnya berada di bawah pengawasan keamanan yang ketat”, seperti dilansir Arabic.rt (10/06).

Sumber tersebut mengatakan bahwa Kuwait akan meminta pemerintah Saudi dan negara-negara tetangga untuk memberikan informasi terkait sel-sel tidur teroris yang baru-baru ini telah terdeteksi di wilayah kawasan. Kuwait juga telah menerbitkan instruksi tegas pada para pimpinan senior Departemen Dalam Negeri akan pentingnya mengambil langkah yang sangat hati-hati dan waspada untuk menjaga keamanan negara. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: