Fokus

Kupas-Tuntas Tim ‘Bayangan’ Jokowi di Pilpres 2019

Jokowi-Ma'ruf
Jokowi-Ma'ruf

JAKARTA – Media berbahasa Inggris berbasis di Hong Kong, Asia Time mengulas tentang Joko Widodo dalam Pilpres 2019 sebagai calon petahana. Artikel itu ditulis oleh John Mcbeth berjudul “Military minds aim to keep Widodo in power”, terbit pada Selasa (4/9).Dalam artikel itu, John mengupas tentang peran tim-tim bayangan yang akan mensukseskan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Tim ini sebenarnya pernah dibentuk pada Pilpres 2014 untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK.

Baca: Pengamat Politik: Kelompok Radikal Dukung Prabowo-Sandi Serang Jokowi

Menjelang Pilpres 2019, tim-tim itu kembali dihidupkan. Tim dikomandoi oleh Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menko Kemaritiman dalam kabinet Kerja. Luhut dalam artikel yang ditulis oleh John dianggap sebagai penasihat politik Jokowi.

Seperti apa tim-tim ini, berikut ulasan John Mcbeth:

Luhut kembali membentuk Bravo Lima, sebuah kelompok yang terdiri dari 21 pensiunan jenderal dan 40 relawan sipil. Mereka biasanya bekerja di sebuah rumah di pinggiran kota Menteng, Jakarta.

Beberapa pensiunan jenderal yang ikut dalam Tim Bravo Lima namanya sangat masyhur. Ada sosok Fachrul Razi. Siapa yang tak kenal dengan purnawirawan jenderal bintang empat ini. Ia adalah tokoh militer yang sudah berusia 71 tahun. Jabatan terakhirnya sebagai wakil panglima TNI pada tahun 2000.

Selain Fachrul Razi, ada nama Wiranto. Purnawirawan jenderal yang sudah malang melintang di politik. Wiranto dalam kabinet kerja Jokowi sebagai Menko Polhukam.

Baca: Denny Siregar: Ma’ruf Amin Kartu AS Jokowi Bungkam Lawan Politik

Tim Bravo 5 juga diisi oleh Suaidi Marasabessy. Pensiunan militer yang kini terjun ke dunia politik. Pangkat terakhir Suaidi adalah Letjen.

Suaidi dulu dikenal sebagai politikus Partai Demokrat. Tapi sekarang namanya jarang muncul di publik. Selain itu, nama Saurip Kadi juga disebut masuk dalam tim. Saurip adalah pensiunan jenderal TNI AD.Tim kedua yang dibentuk Luhut dinamakan Tim Charlie. Tim dikepalai oleh Andi Widjajanto, mantan sekretaris kabinet dalam Kabinet Kerja.

Baca: Pesan Denny Siregar ke Jokowi “Pakde Ada Teroris di Pemerintah”

Andi mendapat tugas khusus mencari dukungan di beberapa provinsi. Wilayah yang menjadi target Andi adalah Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat. Lima provinsi ini tempat di mana Jokowi kalah suara dengan Prabowo Subianto pada tahun 2014. (SFA/Merdeka)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Erick Thohir Langkah Kuda Cerdas Jokowi | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: