Amerika Latin

“Kudeta” di Venezuela

Senin, 07 Agustus 2017 – 09.16 Wib,

SALAFYNEWS.OM, SURIAH – Pihak militer Venezuela mengatakan berhasil mementahkan serangan “Kudeta” paramiliter anti pemerintah di sebuah pangkalan. Serangan itu berujung pada tewasnya dua orang dari pelaku penyerangan.

Pihak berwenang mengatakan pemberontakan itu berlangsung di sebuah pangkalan militer di Valencia, sekitar 150 kilometer di sebelah barat Caracas. Pemberontak yang terjadi pada dini hari itu dengan cepat diberangus. (Baca: Antisipasi Invasi Amerika, Venezuela Gelar Latihan Militer)

Presiden Maduro merujuk pada kejadian tersebut mengatakan pihaknya telah berhasil menumpas sekelompok teroris. Hal itu diungkapkannya dalam acara TV mingguannya Minggu dengan Maduro.

“Seminggu yang lalu, kami menang dengan suara dan hari ini kami harus mengalahkan terorisme dengan peluru,” ujar Maduro.

“Mereka menyerang dengan terorisme dan kebencian. Kami menyerang dengan pekerjaan kami, cinta kami, mereka merusak, kami membangun,” imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Senin (7/8/2017).

Maduro mengatakan ada 10 penyerang. “Dua terbunuh oleh tembakan yang ditembakkan oleh orang-orang yang setia kepada bangsa kita. Seseorang terluka. Dari 10 penyerang ini, sembilan adalah warga sipil dan hanya satu letnan yang telah dicopot dari jabatannya beberapa bulan yang lalu,” jelasnya. (Baca: Russia Tegaskan, Venezuela Sebagai Mitra Utama)

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh warga sipil yang nakal mengenakan seragam militer pada Minggu pagi. Tindakan tersebut diberi label sebagai serangan teroris dengan sifat paramiliter.

Sedangkan Menteri Komunikasi Venezuela Ernesto Villegas mengatakan tujuh orang telah ditahan dalam “serangan tentara bayaran”.

Sebelumnya, seorang pria yang mengidentifikasikan dirinya sebagai perwira militer menyerukan pemberontakan luas melawan Maduro. Tentara tersebut mengatakan bahwa tindakan tersebut hanyalah sebuah pemberontakan melawan langkah Maduro yang membubarkan institusi demokrasi di Venezuela.

“Ini bukan kudeta,” kata seorang pria di video yang memperkenalkan dirinya sebagai Juan Carlos Caguaripano, mantan kapten Garda Nasional, menambahkan, “Ini adalah tindakan sipil dan militer untuk menegakkan kembali tatanan konstitusional. Tapi lebih dari itu, menyelamatkan negara dari kehancuran total. ”

Insiden hari Minggu terjadi di tengah kegelisahan setiap hari di negara Amerika Selatan itu, dimana kesulitan ekonomi dan kekacauan politik berdarah yang telah menggoncang negara tersebut selama berbulan-bulan. Puncaknya terjadi pada pekan lalu ketika Majelis Konstituante kontroversial terpilih menggantikan posisi pimpinan oposisi di Majelis Nasional atau parlemen Venezuela. (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: