Breaking News

Kronologi Setya Novanto Menghilang Saat Dijemput Paksa KPK

Kamis, 16 November 2017 – 06.43 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kuasa hukum Ketua DPR dari partai Golkar Setya Novanto, Fredrich Yunadi menceritakan komunikasi terkahirnya dengan sang klien. Rabu sore (15/11), Fredrich ada di ruang kerja Setya Novanto, di Gedung DPR.

Baca: Jejak Setya Novanto Lolos Penetapan Tersangka Hingga Dijemput Paksa

Namun, saat itu Fredrich diminta Setya Novanto untuk menemui di kediamannya di Jalan Wijaya XIII Nomor 19 Jakarta Selatan. “Beliau bilang bapak mau rapat dan shalat, dan sama sekretariat diberi makan bakso dan sekretarat bilang nanti saja ketemu jam 19.00 WIB malam di kediaman,” ujar Fredrich saat ditemui di lokasi, Kamis (16/11).

Fredrich mengaku setelah dari DPR, Setya Novanto sempat pulang ke kediamannya itu. Dari info‎ yang dia dapat ada tamu yang menjemput mantan pria tertampan di Surabaya ini. Namun dia tidak mengetahui siapa yang menjemput Setya Novanto.

“Pamdal pesen ke saya Bapak Setya Novanto suruh tunggu sebentar. Nah, tahu-tahu bukan Pak Setnov yang datang tapi gerombolan,” katanya. “Saya Nunggu malah disiapin makan, sebelumnya saya telponan dengan ajudan itu jam 18.30 WIB,” tambahnya.

Baca: Hebat, Foto Selfie Novanto Dengan Trump Habiskan 3,7 Milyar

Fredrich yakini saat ini hanya ada satu orang yang menemani Setya Novanto, yakni ajudannya. Namun dia tidak mengetahui keberadaan Setya Novanto. “Saya yakin 100 persen Pak Novanto ada di Jakarta, cuma beliau tidak rela diperkosa haknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fredrich menambahkan saat mendatangi kediaman Setya Novanto, para petugas KPK membawa surat penangkapan, surat tugas dan surat pengledahan.

Saat pengledahan oleh KPK, dirinya mengawasinya seperti yang digeledah lemari baju, surat-surat berharga. Namun dia sempat menegur KPK lantaran yang diperiksa adalah barang pribadinya. “Sentuh barang saya marahin, masa minyak wangi, jadi saya enggak segan-segan negor,” katanya.

Baca: KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto Jadi Tersangka Kasus E-KTP

Dia menambahkan bahwa yang dibawa oleh KPK hanyalah dekoder CCTV. Koper dan tas bukan berasal dari kediaman Setya Novanto. Melaikan milik petugas KPK sendiri. “Yang diambil hanya dekoder CCTV memang tidak ada apa-apa. Saya bilang yang dibawa KPK itu baju-bajunya KPK,” pungkasnya. (SFA)

Sumber: JawaPos

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: