Fokus

Kronologi Pembubaran Kajian Gembong HTI Felix Siauw di Bangil

Minggu, 05 November 2017 – 07.57 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BANGIL – Inilah kronologi pembubaran kajian gembong HTI Felix Siauw di Bangil. Upaya mulia PC NU dan PC Ansor serta Forkopimda terhadap Felix Siauw yang disalahgunakan, sebelum pembubaran, langkah-langkah prosedural sudah dilakukan. Namun tetap saja disalahkan, malah diviralkan seakan-akan golonganya dianiaya. Bahkan Felix membuat Vlog seakan-akan mendapat restu dari NU dan merasa teraniaya. Mari yang waras bersatu demi NKRI dan kita sama-sama melawan para pemakar NKRI.

Baca: Menjawab Kritikan Ust Felix Siauw “Wahabi-Salafy” Tentang Dakwah Para Wali dan Habaib

Hari sabtu PCNU dan PC GP ANSOR Bangil mendapatkan informasi akan ada kajian dengan Narasumber Felix Siauw, saat itu juga atas instruksi dari PCNU maka PC GP ANSOR Bangil meminta kepada Forkopimda untuk dilakukan dialog dengan Narasumber sebelum mengisi acara di masjid Manarul bangil Pasuruan, karena tidak ada tanggapan dari Narasumber dan panitia maka hari selasa secara resmi PC GP ANSOR Bangil melayangkan surat keberatan, Hari kamis pagi Forkopimda membahas masalah ini, ada hal yang ganjil yaitu Ansor Bangil tidak diundang. Mestinya Ansor Bangil diundang karena Ansor Bangil yang menyatakan keberatan kepada kepolisian.

Pertemuan

Lalu kamis malam, ada pertemuan lagi yang dihadiri Habib Ali Zainal, Muspika Bangil, PCNU dan Ansor Bangil di rumah KH. Ahmad Rifa’i dan menyepakati bahwa Ansor dan Banser akan menjaga serta turut serta kajian Ilmiah di Masjid Manarul Bangil Pasuruan, dengan syarat Felix Siauw bersedia menandatangani surat pernyataan yang isi nya adalah Mengakui Pancasila/4 pilar, tidak lagi ceramah khilafah serta keluar dari HTI.

Baca: Denny Siregar: Ansor & Banser Penjaga Setia NKRI dari Ancaman Kelompok Radikal dan Khilafah

Lalu selanjutnya Habib Zainal Abidin dan Muspika meluncur ke Masjid Manarul untuk menemui Panitia. Kemudian ada kesepakatan bahwa ada pertemuan lagi setelah sholat Jum’at antara Muspika, Panitia dan Ansor Bangil di Kantor Kecamatan Bangil. Namun sayangnya, ditungu hingga jam 14.10 Panitia tidak hadir dalam pertemuan tersebut, meski Muspika sudah kontak berkali-kali.

Hasil pertemuan tersebut adalah sebelum masuk pasuruan, Felix Siauw harus menandatangani surat pernyataan di bandara Juanda dan kepolisian bersama panitia serta Ansor Bangil turut serta menjemput Felix Siauw di Bandara Juanda.

Jika Felix berkenan menandatangani, maka Ansor Bangil siap mengawal dan menjaga keamanannya serta akan duduk bersama mendengar kajian ilmiah atau pengajiannya.

Jum’at (04/11/2017) malam Kapolres mengadakan pertemuan yang dihadiri habib Ali Zainal Abidin, panitia (ust. ridwan) dan ketua Ansor Bangil. Dan mereka sepakat menyodorkan surat pernyataan tersebut kepada Felix Siauw. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres bertanya kepada panitia Felix Siauw datang jam berapa dan naik pesawat apa, namun sayangnya panitia tidak bisa menjawab atau terkesan menutupi detailnya.

Baca: WASPADALAH.. Pengajian ‘Setan’ Kelompok Khilafah HTI dan Wahabi

Dengan mengendarai 3 mobil rombongan panitia, kepolisian dan Ansor berangkat bersama menuju ke Bandara Juanda namun ketika mau masuk tol, panitia meminggirkan kendaraan dengan berbagai alasan.

Setelah menunggu lama, ternyata ada info Felix Siauw sudah di masjid Manarul Bangil Pasuruan. Di masjid Manarul, kepolisian menyodorkan surat pernyataan tersebut dan Felix menolak menandatanganinya.

Akhirnya kepolisian mempersilahkan Felix Siauw keluar dari masjid dengan pengawalan kepolisian menuju ke rumah temannya di daerah Sidogiri.

Sekitar jam 11.00 ada info Felix Siauw memaksa mau kembali ke masjid Manarul, kepolisian bertindak cepat menghadang Felix di sekitaran PIER dan Tol Sidowayah, dan akhirnya Felix dikawal keluar bangil menuju surabaya.

Baca: Kesaksian Mantan Pengikut Khilafah, HTI Anti Pancasila

Ansor Bangil tidak melarang kajian ilmiah bahkan mendukung kajian ilmiah atau pengajian asalkan si penceramahnya mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia (NKRI) serta tidak koar-koar dirikan negara Khilafah. (SFA)

Sumber: Akun Fanpage Hubbul Wathon Minal Iman

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: