Fokus

Kronologi OTT KPK Bupati Hulu Sungai Tengah

Jum’at, 05 Januari 2018 – 19.47 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membeberkan kronologi kegiatan penindakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (4/1/2018) kemarin.

Baca: Terima Rp 433 Juta Kepala Balai Kena OTT Polisi Terkait Suap dan Pungli

Kronologi operasi tangkap tangan (OTT) tersebut disampaikan Agus dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Agus memaparkan, pada Kamis (4/1/2018), pukul 09.20 WIB, tim KPK mengamankan Direktur Utama PT Menara Agung Donny Winoto di Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jatim. Saat itu, Donny akan terbang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di tempat berbeda, tim KPK mengamankan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Barabai, Fauzan Rifani, di kediamannya, Jalan Surapati, Batang Alai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kalsel.

Baca: OTT, KPK Tangkap Kader PAN dan Anggota Banggar DPRD Jambi Serta Sita Uang 1 Milyar

“Dari rumah tersebut, diamankan beberapa buku tabungan Bank Mandiri,” ujar Agus.

Petugas KPK menunjukkan barang bukti hasil kegiatan penindakan di kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan dan Surabaya, Jawa Timur, usai konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Setelah itu, tim KPK mengamankan Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif di kantornya dan membawa Abdul ke rumah dinasnya. Dari lokasi tersebut, tim KPK mengamankan uang sekitar Rp 65.650.000 yang ditemukan di dalam brankas serta sejumlah buku tabungan berbagai bank.

“Salah satunya buku tabungan Fauzan Rifani,” ujar Agus.

Baca: Pesan Pedas Jokowi Depan Kepala Daerah, Kalau Takut Kena OTT Jangan Ambil Uang Rakyat

Selanjutnya, tim KPK bergerak mengamankan Direktur Utama PT Sugriwa Agung, Abdul Basit, di Pasar Khusus Murakata Barat, Barabai, Hulu Sungai Tengah, Jaksel.

Terakhir, tim KPK mengamankan RYA dan TMN yang sedang berada di ruang kerja RYA di RSUD Damanhuri, Barabai, Hulu Sungai Tengah, Jaksel.

KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan pekerjaan pembangunan RSUD Damanhuri, Barabai tahun anggaran 2017 itu. Dugaan komitmen fee dalam proyek pembangunan ruang perawatan kelas I, II, VIP dan Super VIP RSUD Damanhuri, Barabai tersebut sebesar 7,5 persen atau senilai Rp 3,6 miliar.

Mereka yang diduga sebagai penerima uang suap yaitu Abdul Latif, Abdul Basit, dan Fauzan Rifani. Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, pihak pemberi suap adalah Donny Winoto disangkakan melanggar Pasal ayat (1)? huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: