Nasional

Kritikan Menohok Netizen kepada Yusril ‘Penipu Kelas Kacangan’

Netizen

Kamis, 05 April 2018 – 16.21 Wib,

JAKARTA – Akun Facebook Bambang membuat sebuah tulisan kritik yang sangat menohok kepada Yusril, berikut tulisannya:

Yusril: “saya pejuang kebenaran!”

Spongbob: “dia cuma penipu kelas kacangan dan umbi2an”

Mau bukti?

Satu

Ia mengatakan kalau ayah Ahok belum menjadi WNI hingga lahirnya Ahok. sehingga dengan demikian Ahok bukan terlahir sebagai WNI juga.

Baca: SHE: Yusril Sang Pengkhianat Intelektual

Pernyataan ini bukan saja menggambarkan kegoblokan (karena minimnya tabayun) tapi juga menggambarkan kesombongan, karena meremehkan etnis lain. Apa karena kamu lahir di Indonesia lalu kamu jadi seorang patriotik?

Kamu pernah jadi budak Soeharto, kamu jadi pembela HTI, kamu sering mendukung mereka yang hendak melemahkan KPK, apakah itu yang kamu maksud Patriotik?, bagiku kamu itu cuma oportunistik, oporayamstik jangankan menyebut patriot, menyebutmu bekicot saja aku malas.

Dua

Dalam twettnya ia menulis: “London menutup 500 Gereja dan membuka 423 masjid baru,” melalui akun Twitter miliknya, @Yusrilihza_Mhd, Selasa (27/3).

Baca: Surat Tantangan Terbuka Aktivis SHE Kepada Yusril

Padahal itu terbukti Hoax!.

Kemudian, baru-baru ini, dengan jumawa Ia bilang presiden Goblok!… lalu apa sebutan orang yang tak bisa membedakan asli palsu, hitam atau putih kalau bukan “S3 Goblok?”. Masih mending saya yang tak pernah makan bangku sekolahan. Karena saya memang bukan rayap.

Tiga

Ia Pembela HTI yang notabene menolak demokrasi dan menolak pemilu, tapi dia sendiri ngebet ikut nyagub, nafsu ikut nyapres lewat pemilu.(ia gila atau lagi sakit kepala?)

Empat

Ia bilang Anti asing, tap ia menikah lagi dengan Rika Tolentino Kato yang berusia 30 tahun lebih muda darinya, yang adalah keturunan asing Jepang-Philipina (hehe… ia anti asing cuma sama cewek jelek…)

Baca: Inilah Alasan Kenapa Saiful Huda Tantang Yusril

Orang bilang ia cerdas, tapi saya bilang ia orang yang tak pernah merasa puas. UU korupsi no 20 th 2001 pasal 3 yang koplak saja, tak pernah berusaha direvisinya. Padahal ia pernah menjabat tiga kali menteri Hukum?

Lima

Ampuuuun saya sudah males ngomongin dia!

Dari semua deskripsi diatas, sebutan apa yang pantas baginya kalau bukan penipu kelas kacangan dan umbi-umbian..?. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: