Nasional

KPK Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Divestasi Saham PT Newmont

Sabtu, 10 Februari 2018 – 12.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SUMBAWA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata sudah menaikkan status kasus dugaan korupsi divestasi saham 24 persen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ke penyelidikan. Demikian informasi yang didapat dari Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas.

Baca: Denny Siregar: Jonan Hajar Freeport

“Karena laporan mengenai divestasi saham 24 persen PT NNT sudah banyak dan KPK sudah menurunkan timnya. Sekarang, kasusnya sudah dalam penyelidikan,” kata Firdaus Ilyas saat melaporkan kembali dugaan kekurangan penerimaan deviden dari divestasi saham PT NNT ke KPK, Senin (14/5).

Menurut Firdaus, perihal penyelidikan kasus divestasi PT NNT tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas dan Adnan Pandu Praja. Di mana, dikatakan ada kecurigaan kesalahan dalam pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Daerah Maju Bersaing (DMB) yang didirikan atas perjanjian kerjasama antara Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Bupati Sumbawa Barat dan Sumbawa.

“Pembentukan BUMD-nya tidak memiliki payung hukum, yaitu tanpa melewati proses renstra di DPRD untuk membentuk Perda sebagai dasar pendirian perusahaan patungan PT DMB,” ujar Firdaus.

Baca: Jonan: Freeport Cuma Kasih Sedikit Buat Negara Aja Rewel

Ditambah lagi, lanjut Firdaus, pembentukan yang tanpa dasar tersebut dilanjutkan dengan kontrak karya dengan PT Multi Capital yang diduga cenderung merugikan keuangan negara.

Sehingga, menurut Firdaus, ada dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pemerintah daerah NTB dan Sumbawa.

Namun, Firdaus tidak menjelaskan lebih lanjut perihal penyelidikan yang telah dilakukan KPK. Dia hanya memastikan bahwa KPK tengah mengumpulkan barang bukti dan menggali lebih dalam perihal divestasi saham PT NNT sebesar 24 persen tersebut.

Baca: Kabar Gembira! Archandra Tahar: East Natuna 100 % kembali ke Indonesia

Seperti diketahui, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) melepas saham PT NNT sebesar 24 persen kepada pemerintah daerah NTB dan Sumbawa mulai tahun 2006-2009. Di mana, setiap tahun dilepas sahamnya sebesar tujuh persen.

Tetapi, dalam kenyataannya daerah tidak mampu membayar sendiri saham PT NNT tersebut. Sehingga, memutuskan bekerja sama dengan PT Multi Capital yang diketahui merupakan anak perusahaan PT BMRS.  (SFA)

Sumber: Kumparan

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Berita Jawa Timur | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: