Asia

Korut Ancam Tenggelamkan Kapal Selam Nuklir AS Jadi Hantu Bawah Laut

Senin, 01 Mei 2017 – 10.13 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PYONGYANG – Korea Utara berjanji akan menenggelamkan kapal selam AS yang saat ini ditempatkan di perairan Korea Selatan, jika Amerika mengambil tindakan provokatif. Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak “senang” jika Pyongyang melakukan uji coba nuklir. (Baca: Presiden Korut Ancam Keras Zionis Israel)

Situs berita Uriminzokkiri yang dikuasai negara Korea Utara pada hari Minggu memperingatkan bahwa “Michigan USS bahkan tidak akan mampu bangkit ke permukaan saat akan menemui akhir yang menyedihkan dan berubah menjadi hantu bawah laut.”

Pencegah nuklir Korea Utara akan memastikan bahwa kapal induk Amerika, kapal selam nuklir, dan perangkat keras militer lainnya akan “hancur menjadi pecahan logam cair” jika mereka mengancam Pyongyang, tulis artikel tersebut.

Penyebaran kapal selam USS Michigan dan kelompok kapal induk USS Carl Vinson di dekat semenanjung Korea “bertujuan untuk mengintensifkan ancaman lebih lanjut terhadap republik kami,” tambahnya. (Baca: Korut Ancam AS Perang Total dan Akan Terus Uji Rudal)

Menurut artikel tersebut, pernyataan baru-baru ini yang berasal dari administrasi Trump menunjukkan bahwa Washington hampir menerapkan skenario strategis untuk konfrontasi militer, dan itu kemungkinan nyata.

Sebelumnya pada hari Minggu, Donald Trump mengatakan kepada CBS bahwa dia “tidak akan senang” jika Korea Utara melakukan uji coba nuklir lagi.

Ketika diminta untuk mengklarifikasi, presiden AS tersebut mengatakan: “Saya tidak akan bahagia. Jika dia (pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un) melakukan tes nuklir, saya tidak akan bahagia”. (Baca: Kim Jong-Un Pecat Kepala Spionase Korut & Eksekusi Mati Beberapa Pejabat)

“Jika dia melakukan uji coba nuklir, saya tidak akan senang, dan saya juga bisa mengatakan kepada Anda, saya tidak percaya bahwa presiden China, yang adalah orang yang sangat dihormati, akan senang juga,” kata Trump seperti dikutip dari NBC News, Minggu (30/4/2017).

Reporter CBS, John Dickerson kemudian langsung bertanya kepada Trump, apakah diperlukan tindakan militer? Trump menjawab: “Saya tidak tahu, maksud saya, kita lihat saja nanti”. (SFA)

Sumber: RT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: