Headline News

Konflik Tak Jelas Antara Kurdi dan AS Lawan Turki di Afrin Suriah

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu

Minggu, 28 Januari 2018 – 07.15 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Kondisi perang di wilayah Afrin, Suriah semakin para dan tak jelas. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, militer AS harus segera menarik diri dari wilayah utara Manbij, Suriah, saat tentara Turki melakukan operasi di wilayah Afrin dalam melawan milisi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Baca: Amerika dan Turki Bersitegang di Afrin Suriah

Berbicara kepada wartawan di ibukota Ankara pada hari Sabtu, Cavusoglu mengatakan bahwa Turki ingin melihat langkah konkret Amerika Serikat untuk mengakhiri dukungannya terhadap pasukan Kurdi Suriah.

Ucapan tersebut datang berjam-jam setelah Presiden Turki mengumumkannya dalam sebuah pernyataan, bahwa Juru Bicara Presiden, Ibrahim Kalin dan Penasihat Keamanan Nasional AS Herbert Raymond McMaster telah membahas pembagian sisi operasi yang sedang berlangsung di wilayah barat laut Suriah dalam percakapan telepon pada malam sebelumnya.

Baca: Khianati Damaskus, Suriah Kutuk Agresi Brutal Turki ke Wilayah Kurdi di Afrin

Turki mengatakan Amerika Serikat telah berjanji untuk kedua kalinya untuk berhenti mempersenjatai militan Kurdi yang berbasis di Suriah, dimana Ankara menganggap akan mengancam keamanannya. McMaster mengatakan bahwa Washington tidak akan memberikan lebih banyak senjata kepada militan YPG.

Kedua pejabat senior tersebut juga sepakat untuk meningkatkan koordinasi timbal balik dan membersihkan kesalahpahaman mengenai isu-isu Suriah, kata pernyataan tersebut.

Pada hari Sabtu, Staf Umum Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya 394 milisi YPG telah terbunuh sejak awal Operasi Cabang Zaitun di Afrin pada 20 Januari.

Baca: Turki Bersumpah Akan ‘Merobek’ Pasukan YPG di Afrin Suriah

Militer mengatakan bahwa hanya teroris dan posisi serta kamp militer mereka yang dihancurkan, dan bahwa “perhatian penuh” juga ditujukan untuk tidak menyakiti warga sipil manapun. Sementara itu, lebih dari 10.000 orang berdemonstrasi di Cologne, Jerman, pada hari Sabtu untuk mengecam serangan Turki di Suriah utara terhadap militan YPG.

Para demonstran membawa plakat bertuliskan “Kebebasan untuk Kurdistan” dan “Malu pada Anda, Eropa!” Di kota Jerman barat. Pemerintah Suriah telah mengecam “agresi brutal Turki” terhadap Afrin, dan menolak klaim Ankara tentang menginformasikan operasi Damaskus tersebut.

Damaskus “mengecam keras agresi Turki yang brutal terhadap Afrin, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Suriah,” kantor berita resmi Suriah, SANA, mengutip seorang sumber Kementerian Luar Negeri Suriah yang mengatakan pekan lalu.

“Suriah benar-benar menyangkal klaim rezim Turki bahwa mereka diberitahu mengenai operasi militer ini,” sumber tersebut menambahkan.

Ankara memandang YPG sebagai cabang PKK yang telah berjuang untuk sebuah daerah otonom di Turki sejak 1984. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali mengatakan bahwa Afrin harus dibersihkan dari “teroris,” dan menuntut penggelaran tentara Turki di sana dalam sebuah pidato di bulan November 2016. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: