Eropa

Komentar Tak Jelas Erdogan Soal Serangan Udara Turki di Irak

Rabu, 26 April 2017 – 11.11 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan gigih membela serangan udara mematikan yang dilancarkan oleh negaranya baru-baru ini di Irak dan Suriah, dengan mengatakan bahwa Turki akan melanjutkan operasi militernya di kedua negara Arab tersebut “sampai teroris lenyap.” (Baca: Kecewa Kepada Trump, Erdogan Dekati Putin)

Pemimpin Turki membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Reuters di istana kepresidenan di Ankara pada hari Selasa, bahwa dia tidak akan mengizinkan daerah pegunungan Sinjar di barat laut menjadi “new Qandil” bagi militan PKK, mengacu pada benteng PKK di Irak, dekat perbatasan Turki dan Iran.

“Kami diwajibkan untuk mengambil tindakan, harus mengambil langkah ini dengan AS dan Rusia serta kami juga berbagi dengan Irak,” kata Erdogan lebih lanjut.

Komentar Erdogan datang beberapa jam setelah pesawat tempur Turki melakukan sejumlah serangan udara ke posisi militan di Sinjar dan Suriah utara.

Menurut kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, jet tempur Turki membunuh setidaknya 18 anggota Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang terkait dengan PKK, sayap militer Partai Persatuan Demokratik Suriah (PYD) dan sebagian besar Pasukan Demokratik Suriah (SDF). SDF yang didukung AS dilaporkan bertempur melawan kelompok teroris ISIS Takfiri di Suriah dan dukungan AS terhadap kelompok tersebut telah membuat Turki marah. (Baca: Erdogan Sambut Hubungan Turki-AS di bawah Trump)

Serangan udara di daerah Sinjar, yang konon ditujukan untuk posisi yang dipegang oleh unit Perlindungan Yazidi yang didukung oleh PKK, mengklaim telah menewaskan lima tentara Peshmerga dan seorang petugas polisi, yang kemudian menimbulkan kecaman dari pihak berwenang di wilayah semi-otonom Irak Kurdistan. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi juga mengecam serangan udara sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Sebagai tanggapan, Erdogan menyesalkan tewasnya pejuang Peshmerga dan mengatakan bahwa tindakan Ankara “sama sekali bukan operasi melawan Peshmerga.” (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: