Eropa

Komentar Pedas Rusia kepada Amerika: Militer AS di Suriah Seperti Pendudukan

Jum’at, 24 November 2017 – 08.57 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Rusia mengatakan kehadiran militer AS di Suriah terlihat seperti sebuah pendudukan karena melanggar undang-undang internasional dan tidak memiliki otorisasi dari pemerintah Damaskus.

Baca: Rusia Keluarkan Bukti Amerika Bersekutu dengan Teroris di Suriah

“Dari sudut pandang hukum internasional, Amerika Serikat secara ilegal berada di Suriah. Mereka tidak memiliki izin resmi atau undangan dari Damaskus,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis.

“Mereka menentang kehendak pemerintah sah Suriah, tanpa dasar hukum, jadi sebenarnya perilaku mereka sangat mirip dengan pendudukan,” tambahnya.

Menteri Pertahanan AS James Mattis, Pada tanggal 13 November, mengatakan bahwa AS tidak akan meninggalkan Suriah sampai perundingan damai yang ditengahi oleh PBB di kota Jenewa, Swiss, berjalan lancar.

Baca: Jenderal Suriah Bongkar Kebusukan Amerika yang Jelas Dukung ISIS

“Musuh belum menyatakan bahwa mereka telah selesai dengan kawasan tersebut, jadi kami akan terus berjuang selama mereka ingin berperang,” katanya, dan mengklaim bahwa Washington melakukan operasi militer di Suriah berdasarkan mandat PBB.

Suriah bereaksi dengan keras atas ucapan Mattis, dan mengutuk kehadiran militer AS di negara tersebut sebagai “tindakan agresi.” Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengecam intervensi Amerika sebagai tindakan ilegal.

“Sangat menarik bagaimana AS membenarkan kehadirannya di sana, yang tidak sah karena tidak bergantung pada keputusan Dewan Keamanan PBB atau atas undangan pemerintah yang sah,” katanya.

Rusia telah melakukan serangan udara terhadap ISIS dan kelompok teroris lainnya di Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus sejak September 2015.

Baca: Siapa yang Banyak Membunuh Warga Suriah, Bashar Assad atau Amerika?

Sebaliknya, AS dan sekutu-sekutunya mendukung militan yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah Suriah. Pesawat tempur Amerika telah mengebom Suriah sejak September 2014 tanpa mendapat otorisasi dari Damaskus atau mandat PBB, yang telah merusak infrastruktur negara secara serius.

Serangan udara pada banyak kesempatan mengakibatkan korban sipil dan gagal memenuhi tujuan mereka untuk melawan terorisme. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: