Headline News

Komentar Pedas Jenderal Iran, Trump Duplikat Abu Bakar Al-Baghdadi

Kamis, 12 Oktober 2017 – 07.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TEHERAN – Seorang jenderal senior Iran sebut Presiden AS sebagai ‘Duplikat’ pemimpin teroris ISIS ‘Abu Bakr al-Baghdadi’, komentar pedas itu keluar untuk menanggapi rumor bahwa administrasi Trump akan mempertimbangkan penunjukan Garda Revolusi Iran sebagai teroris.

Baca: Kesal, Penerima Nobel Perdamaian 2017 Sebut Trump Idiot

Trump dan Al-Baghdadi menampilkan “kurangnya kepercayaan terhadap semua prinsip dan aturan diplomasi serta kedaulatan di dunia sekarang ini”, Brigadir Jenderal Rasoul Sanayee Rad, wakil komandan urusan politik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), menulis dalam sebuah opini yang dikutip oleh outlet Basirat IRGC.

Yang satu sedang membangun kekhalifahan dan yang lainnya menyerang negara lain, menurut jenderal Iran.

“Dengan menggunakan logika ancaman dan kekuatan untuk merealisasikan tujuan mereka, dan bergantung pada temperamen bullying dan tirani mereka” ini adalah item lain yang disebut Jenderal Rasoul Sanayee Rad.

“Salah satunya disangga oleh teroris, dan yang lainnya oleh elang ekstremis, sementara keduanya digunakan sebagai instrumen untuk memicu kekacauan dan ketidakstabilan”, jenderal tersebut melanjutkan.

Baca: ISIS Bakar Hidup-hidup Calon Pemimpinnya “Abu Qutaibah” Karena Sebut Kematian Al-Baghdadi

Jenderal Sanayee Rad juga membandingkan pertimbangan Trump yang akan menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris sama dengan label Baghdadi terhadap orang Iran sebagai “orang kafir.”

“Kesalahan bersejarah Trump juga telah mendorong komandan IRGC untuk mengatakan bahwa dia akan menganggap AS sebagai pengikut ISIS di wilayah tersebut jika Washington menempatkan IRGC dalam daftar terornya,” kata Jenderal Iran.

Administrasi Trump belum menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris namun dilaporkan akan mempertimbangkan langkah tersebut. IRGC adalah bagian dari angkatan bersenjata Iran, dan Washington telah menyebut Iran sebagai sponsor utama terorisme di negara tersebut.

Trump mengatakan bahwa dia mungkin akan segera mengesahkan kesepakatan nuklir dengan Iran, meskipun pejabat pemerintahannya mengatakan bahwa Teheran sejauh ini mematuhi perjanjian tersebut, yang ditengahi oleh kekuatan dunia dua tahun lalu untuk memastikan Iran tidak membangun senjata nuklir.

“Kami tidak bisa membiarkan sebuah rezim pembunuh melanjutkan kegiatan yang mendestabilisasi,” kata Trump di Majelis Umum PBB pada bulan September, dengan mengutip dukungan Teheran untuk Hizbullah, pemerintah Suriah, dan juga untuk Yaman.

Baca: Mantan Senator AS: Trump Harus Segera Diturunkan karena “Sakit Jiwa”

Iran akan menawarkan “tanggapan yang lebih keras,” jika AS memutuskan kesepakatan nuklir, kantor berita Fars mengutip Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif yang mengatakan pada hari Senin. Teheran “tidak akan pernah menegosiasikan kembali” kesepakatan tersebut, kata Zarif.

Eropa telah memperingatkan Trump bahwa kesepakatan itu akan tetap berlaku meskipun dia memutuskan untuk menariknya. Kemungkinan AS bergerak untuk mendeklarasikan kesepakatan nuklir Iran “tidak dapat dibenarkan,” utusan Austria untuk PBB mengatakan pekan ini.

Perdana Menteri Inggris Theresa May juga mendesak Trump dalam panggilan telepon terbaru mereka untuk meresmikan kesepakatan nuklir dengan Iran, dengan mengatakan bahwa hal itu “sangat penting untuk keamanan regional.”

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menyebut kesepakatan tersebut sebagai “sebuah pencapaian bersejarah,” menjelang pertemuan dengan Wakil Presiden Iran Dr Ali Akhbar Salehi di London pada hari Rabu. (SFA)

Sumber: RT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: