Eropa

Komentar Direktur IAEA Terkait Kesepakatan Nuklir Iran

Sabtu, 14 Oktober 2017 – 07.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AUSTRIA – Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Yukiya Amano mengatakan pada hari Jum’at bahwa “Iran tunduk pada rezim verifikasi nuklir paling kuat di dunia” yang menunjukkan bahwa Teheran menerapkan semua komitmen berdasarkan kesepakatan nuklir.

Pihak berwenang Iran memenuhi semua kewajiban yang telah mereka lakukan dalam kerangka Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano, Jum’at (13/10).

Baca: AS Ancam Iran Soal Kesepakatan Nuklir Negaranya

“Seperti yang telah saya laporkan kepada Dewan Gubernur, komitmen terkait nuklir yang dilakukan oleh Iran di bawah JCPOA sedang dilaksanakan,” kata Amano dalam sebuah pernyataan sehubungan dengan pengumuman Trump. Amano menekankan bahwa “Iran tunduk pada rezim verifikasi nuklir paling kuat di dunia.”

“Kegiatan verifikasi dan pemantauan IAEA menangani semua elemen terkait nuklir di bawah JCPOA, dilakukan dengan cara yang tidak memihak dan obyektif dan sesuai dengan modalitas yang ditetapkan oleh JCPOA dan praktik pengamanan standar,” kata kepala IAEA.

Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini juga menekankan pada hari Jum’at bahwa Teheran tidak melanggar kewajiban apapun berdasarkan perjanjian nuklir Iran.

Baca: Federica Mogherini ‘Semprot’ AS Terkait Kesepakatan Nuklir Iran

“IAEA telah memverifikasi delapan kali bahwa Iran melaksanakan semua komitmen terkait nuklir setelah sistem pemantauan yang komprehensif dan ketat. Tidak ada pelanggaran terhadap komitmen apa pun termasuk dalam kesepakatan tersebut,” kata Mogherini kepada wartawan.

Diplomat Uni Eropa menambahkan bahwa masyarakat internasional dan blok 28 negara, sebagai bagian daripadanya, telah mengindikasikan bahwa kesepakatan tersebut telah dilaksanakan dan akan terus dilaksanakan di masa depan.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Donald Trump mempresentasikan sebuah strategi baru AS mengenai Iran dan mengumumkan bahwa pemerintahannya bertekad untuk tidak meresepkan kembali bahwa Iran mematuhi JCPOA.

Pada bulan Juli 2015, Iran menandatangani JCPOA dengan kelompok negara P5+1, sebuah kelompok yang terdiri dari lima anggota permenan Dewan Keamanan PBB -China, Prancis, Rusia, Inggris, Amerika Serikat- ditambah Jerman.

Baca: Iran Tegaskan Keinginan Capai Kesepakatan Final Dalam Perundingan Nuklir

Kesepakatan nuklir mulai berlaku pada bulan Januari 2016, dan menetapkan untuk secara bertahap mengangkat sanksi ekonomi dan diplomatik yang diberlakukan kepada Teheran oleh negara-negara Barat sebagai pertukaran untuk menutup program nuklir Iran. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: