Headline News

Komandan Pasukan Khusus Irak Endus Persembunyian Abu Bakar Baghdadi

Sabtu, 17 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, IRAK – Komandan Pasukan Khusus Militer Irak, Mayor Jenderal Fadhil Barwari menyebutkan bahwa pimpinan militer Irak telah mengetahui keberadaan pemimpin tertinggi ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dan pergerakannya serta perubahan penampilannya yang telah mencukur jenggot dan melakukan operasi. (Baca: Pemilihan Khalifah ISIS Pengganti Abu Bakar Al-Baghdadi Digelar di Irak)

Wartawan almayadeen (16/12) di timur Mosul mengungkapkan bahwa pasukan Irak menargetkan titik-titik keberadaan ISIS di pinggiran rumah sakit al-Zahrawi.

Sementara itu, menurut informasi dilapangan menegaskan bahwa pasukan Hashd al-Shaabi telah membebaskan desa Khuytaylah di barat Mosul yang sebelumnya di kuasasi ISIS dan dijadikan sebagai markas mereka.

Pasukan ini juga berhasil memukul mundur serangan yang dilancarkan oleh militan ISIS di desa Tel Zilth di barat Mosul, setelah ledakan 4 bom mobil yang menewaskan 9 penyerang.

Kemajuan ini dicapai bersamaan dengan apa yang ditemukan oleh Komandan Pasukan Khusus Militer Irak, Mayjen Fadhil Barwari bahwa pimpinan milter Irak telah mengetahui keberadaan pemimpin tertinggi ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dan pergerakannya.

Dalam sebuah wawancara dengan situs Irak “Niqash”, Mayjen Barwari menegaskan bahwa Abu Bakar al-Baghdadi telah di tahan di penjara-penjara Irak sejak 10 tahun lalu sebelum ia di bebaskan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah Irak memiliki informasi yang lengkap mengenai dirinya. Mayjen Barwari juga menegaskan bahwa al-Baghdadi ada di kota Baaj di barat Mosul, dan ia berada di bawah bunker”. Ia juga telah mengetahui pergerakan al-Baghdadi yang terus menerus dan perubahan penampilannya yang terus mencukur jenggotnya dan perubahan fisiknya yang telah melakukan operasi bahkan hingga tidak ada yang bisa mengenalinya. (Baca: Dihajar Tentara Irak, Abu Bakr Baghdadi Lari Tunggang-Langgang dari Mosul)

Barwari juga mengatakan tentang kemajuan operasi pembebasan Mosul, ia mengatakan bahwa pasukan Irak telah melewati tahapan penting operasi pembebasan, telah membersihkan area yang luas di wilayah kota Mosul dari ISIS, telah menewaskan 2330 militan ISIS dan telah mengambil alih sejumlah tank dan peralatan militer milik ISIS.

Dia mengatakan bahwa pertempuran Mosul tidak seperti pertempuran di Ramadi atau Fallujah yang mana para militan ISIS terus melarikan diri tanpa memberikan perlawanan dan tidak memiliki pertahanan yang besar.

Komandan Pasukan Khusus Irak ini menjelaskan bahwa lambatnya proses pembebasan Mosul terkait dengan dua misi penting yang dilakukan oleh pasukan Irak yakni pembebasan kota Mosul dari segala sisi dan melaksanakan misi kemanusiaan untuk melindungi kehidupan warga sipil dan memberikan bantuan kesehatan dan makanan untuk mereka. Ia mengatakan, “kami ingin mengusir militan ISIS dari kota Mosul tanpa menghancurkan rumah-rumah warga di kota ini dan kami juga tidak ingin membunuh orang-orang yang tak berdosa dan hal inilah yang menyebabkan lambatnya proses pembebasan kota Mosul”. (Baca: Apa Kata Kepala CIA Soal Abu Bakar Al Baghdadi?)

Adapun mengenai peran koalisi inernasional dalam pertempuran ini, Barwari menjelaskan bahwa hubugan dengan koalisi internasional terjalin baik dan koordinasi juga terjadi dengan baik, akan tetapi Barwari menegaskan bahwa tidak mungkin artileri dan pesawat tempur pasukan Irak membom pusat keramaian dari warga sipil di dalam kota Mosul karena mereka belum memasuki kota Mosul setelahnya.

Adapun mengenai isi perjanjian antara pasukan Irak dengan Peshmerga dalam pertempuran, Barwari menjelaskan bahwa perjanjian yang disepakati pasukan Irak dengan Peshmerga berlangsung sangat baik. Ia menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya pasukan Irak dan Peshmerga berperang bersama di barisan depan, dan semua ini demi kepentingan operasi pembebasan Mosul. Dan mengenai jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses pembebasan Mosul, Barwari mengatakan, “kita tidak bisa menentukan tanggal untuk hal itu, karena itu tidak berada dalam kemampuan kita”. Ia menjelaskan bahwa lambatnya kemajuan yang dicapai pasukan Irak semua dikarenakan untuk menghindari banyaknya kerugian dan korban jiwa di kalangan warga sipil. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: