Eropa

KOCAK! Dua Warga Rusia Berhasil Kerjai Dubes AS di PBB

Selasa, 26 Desember 2017 – 06.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Dua orang warga Rusia dikabarkan telah berhasil mengerjai Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley. Kedua warga Rusia yang diketahui bernama Vovan dan Lexus melakukan telekomunikasi lewat telepon kepada Haley dan berpura-pura menjadi Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki.

Baca: Hizbullah dan Liga Arab Kecam Veto AS atas Resolusi PBB Soal Yerusalem

Melansir dair media Russia Today pada Senin (25/12), dalam sebuah percakapan yang berlangsung sekitar 22 menit itu, Vovan dan Lexus meminta pendapat Nikki Haley tentang sebuah negara kepulauan bernama Binomo, yang disebut di Laut China Selatan, tidak jauh dari Vietnam. Binomo adalah sebuah pulau fiktif yang dikarang oleh kedua orang itu.

“Apakah Anda mengetahui Binomo. Mereka menyatakan kemerdekaan, mereka telah melakukan pemilu dan saya rasa Rusia terlibat di dalamnya?” tanya salah satu orang yang berpura-pura menjadi Morawiecki. “Ya, tentu saja saya mengetahuinya,” jawab Haley.

Baca: Zarif Semprot AS Terkait Laporan Palsu Nikki Haley Sebut Rudal Yaman dari Iran

Mereka lalu mengatakan, keberadaan Binomo akan memperkeruh masalah di kawasan Laut China Selatan, yang dijawab oleh Nikki bahwa AS sangat menyadari hal itu dan terus akan memantau perkembangan di kawasan tersebut.

Morawiecki palsu kemudian meminta pandangan Nikki apakah Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertindak lebih agresif di Eropa pada tahun depan, yang dijawab oleh Haley bahwa sulit untuk memprediksi hal itu.

“Sulit untuk mengetahui apa yang dilakukan Rusia saat ini. Saya pikir apa yang telah kita lihat di Dewan Keamanan (DK) PBB dan sebaliknya mereka berusaha relevan di setiap wilayah, dan mereka mencoba mengatakan apa pun di setiap wilayah. Dalam beberapa kasus, ini telah berhasil untuk mereka dan dalam beberapa kasus, ternyata tidak. Jadi mereka tidak memiliki pengaruh yang saya pikir mereka ingin miliki, tapi mereka pasti berusaha untuk mendapatkan itu,” kata Haley.

Baca: Iran Kutuk Veto AS di PBB Terkait Yerusalem Ibu Kota Israel

“Saya pikir banyak negara lain, entah itu di DK PBB atau lainnya, sangat memperhatikan dan hati-hati untuk memastikan bahwa mereka tidak mendapatkan banyak pijakan di mana mereka dapat menyebabkan kekacauan,” lanjutnya.

Vovan dan Lexus sendiri memang terkenal di Rusia sebagai tukang jahil, yang telah mengerjai sejumlah politisi dan selebriti. Pada bulan September 2015, pasangan tersebut memainkan sebuah lelucon pada Sir Elton John, yang kemudian memaksa Kremlin untuk meminta maaf dan mengatur telepon sebenarnya antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan musisi ikonik tersebut.

Sebelum itu, duo tersebut berhasil mengerjai Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov, serta mantan presiden  Georgia, Mikhail Saakashvili. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: