Headline News

Koalisi Saudi Bombardir Houthi untuk Dukung Milis Pro Saleh

Senin, 04 Desember 2017 – 07.56 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Koalisi pimpinan Saudi, yang belum mengomentari laporan mengenai bentrokan antara milisi pro Saleh dan pejuang Houthi, tampaknya telah menemukan sekutu baru dalam konflik di Yaman.

Baca: Pesan Ancamam Houthi: Tak Ada Celah Bagi Abu Dhabi dari Rudal Yaman

Koalisi yang dipimpin Saudi telah membom posisi Houthi di Sanaa, saat kelompok tersebut sedang memerangi milisi pro mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang sedang membuat chaos di ibukota Yaman, penduduk lokal dan televisi al-Arabiya milik Saudi melaporkan.

Menurut penyiar Al-Arabiya, pesawat koalisi menyerang pos-pos Houthi di bagian selatan ibukota, namun belum menyebutkan jumlah korban. Pada saat yang sama, warga melaporkan setidaknya ada lima serangan udara.

Bentrokan antara mantan sekutu Houthi dan pendukung mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, telah terus berlanjut di distrik selatan ibukota Yaman selama beberapa hari setelah upaya merebut masjid utama di kota tersebut.

Baca: Houthi: Kampanye Anti-Teror Siasat Busuk AS untuk Kendalikan Timur Tengah

Dalam sebuah pidato pada hari Sabtu, pemimpin Houthi menggambarkan bahwa bentrokan ini sebagai “tipuan” Saleh yang mengumumkan bahwa dia siap untuk mengubah “halaman baru” dalam hubungan dengan koalisi pimpinan Saudi, jika berhenti menyerang negaranya.

“Kami bersumpah kepada saudara-saudara dan tetangga kita bahwa setelah ada gencatan senjata dan blokade dicabut … kita akan mengadakan dialog langsung melalui otoritas yang sah yang diwakili oleh parlemen kita,” kata Saleh.

Koalisi yang dipimpin Saudi menyambut baik pengumuman tersebut di tengah kurangnya kemajuan yang dilaporkan dalam perang melawan Yaman, yang telah menguasai seluruh wilayah utara, dan memaksa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk melarikan diri ke pengasingan.

Menyusul konpirasi  yang dilakukan oleh Saleh, pihak Houthi telah mengambil alih studio TV Yaman Today, yang dimiliki oleh Saleh, dan menahan sekitar 20 karyawan di dalamnya, kata penduduk.

Baca: Fakta Perang Yaman Permalukan Wajah Mohammed Bin Salman dan Arab Saudi

Menurut Komite Palang Merah Internasional, bentrokan beberapa hari membuat puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka, serta memperparah situasi yang sudah kompleks yang dianggap sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: