Fokus

Koalisi Internasional Serang Pemukiman Warga Sipil di Mosul, Irak

Rabu, 22 februari 2017 – 11.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSUL – Sumber media lokal di Mosul melaporkan bahwa pada hari senin (20/02) koalisi internasional telah melancarkan serangan pada kompleks pemukiman warga sipil di wilayah pantai kanan Mosul di pusat Nineveh, di Irak utara yang mengakibatkan lebih dari 70 warga sipil tewas dan terluka, dan mayoritas korban adalah anak-anak dan wanita. (Baca: Teroris ISIS Lari Tunggang-langgang Dihajar Pasukan Irak di Mosul)

Telah banyak kita saksikan serangan yang dilancarkan koalisi pimpinan AS yang menargetkan pemukiman, sekolah, dan obyek sipil lainnya, baik di Mosul ataupun di bagian lain dari provinsi Niniveh. Serangan-serang koalisi internasional ini selalu menyisakan tanda tanya besar, siapa yang sedang mereka perangi, ISIS ataukah warga Irak?

Reporter Sputnik menginformasikan dari sumber lokal di Mosul, Nineveh mengatakan bahwa jet-jet tempur AS yang tergabung dalam koalisi internasional melawan terorisme telah mengebom sebuah kompleks pemukiman di daerah Shifa di barat Mosul yang berada di pantai kanan Mosul, di mana serangan ini menyebabkan tewasnya 24 warga sipil. (Baca: Hebat, Pasukan Irak Kuasai Jalur Penting di Mosul)

Sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya ini mengatakan bahwa ada sekitar 50 warga sipil yang terluka akibat serangan ini, dan mayoritas korban tewas dan terluka adalah anak-anak dan wanita, seperti dilansir oleh Arabic.SputnikNews (20/02).

Sementara itu, organisasi teroris ISIS berlindung di balik ratusan ribu warga sipil di wilayah pantai kanan Mosul yang merupakan benteng terakhir mereka di wilayah Irak utara dengan menjadikan mereka sebagai perisai manusia untuk menghalangi kemajuan pasukan keamanan Irak dan menghindari serangan dari jet-jet tempur koalisi internasional yang dipimpin oleh AS. (Baca: Kepala Staf Turki Bocorkan Keterlibatan Erdogan Bantu ISIS Kuasai Mosul)

Operasi pembebasan pantai kanan Mosul dari kendali dan penguasaan ISIS telah dimulai sejak 19 februari lalu, yang dipimpin oleh pasukan divisi kesembilan dari tentara Irak, polisi federal dan komite-komite populer Irak. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: