Asia

Koalisi Busuk Bentukan Zionis-Saudi Untuk Hancurkan Islam dan Timur Tengah

Jum’at, 27 Januari 2017 – 11.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PAKISTAN – Surat kabar “Daily Times” Pakistan menerbitkan sebuah laporan tentang aliansi Zionis yang dibentuk oleh Arab Saudi, yang meliputi “39” negara Arab dan negara “Islam” dengan pengecualian “Indonesia, Afghanistan, Iran, Irak, Suriah, dan Tajikistan”. Inilah koalisi busuk bentukan Zionis-Saudi untuk hancurkan Islam dan Timur Tengah. (Baca: Konferensi Kemunafikan Saudi dan Koalisi Internasional Digelar)

Aliansi pimpinan Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa markas militernya berada di Riyadh sebagai aliansi internasional untuk pertama kalinya bagi Menteri pertahanan Saudi Mohammed bin Salman. Menteri pertahanan Pakistan baru-baru ini dalam siaran pers menyatakan bahwa ia akan mengangkat mantan Jenderal Rahil Sharif sebagai jenderal komandan aliansi, yang menimbulkan beberapa pertanyaan tentang aliansi tersebut.

Surat kabar Pakistan menambahkan bahwa sebagian besar pertanyaan adalah bagaimana dengan struktur organisasi untuk aliansi ini? Dan bagaimana cara mengkontribusi peralatan militer di antara negara anggota? Dan bagaimana sikap aliansi terhadap Iran, Irak, Suriah dan Yaman? Dan bagaimana sikap aliansi dalam melawan penindasan Israel terhadap Palestina?

Surat kabar itu menganggap bahwa untuk bergabung dengan koalisi internasional, baik itu secara militer, politik atau ekonomi harus dibentuk dengan analisis yang cermat bukan sekedar rasa emosional, manfaat dan kepentingan nasionalnya saja. Namun, sayangnya tak ada satupun yang membahas perkara ini, sehingga berujung pada kemarahan internasional terhadap aliansi ini. (Baca: Monarki Saudi Khianati Islam Taati Zionis)

Daily Times melaporkan bahwa Iran yang sudah terlibat dalam sejumlah operasi militer di Timur Tengah, yang terlibat secara langsung dalam konflik di Yaman, dengan mendukung pemerintah Yaman dalam melawan agresi brutal Arab Saudi, tentu akan menyulitkan komandan koalisi Islam untuk membujuknya bergabung dengan aliansi tersebut. Meskipun tidak adanya upaya yang serius untuk membujuk Iran dalam menerapkan prinsip ‘tak bahaya dan tak membahayakan’, karena efektivitas komandan diplomatik dan militer dari Departemen Pertahanan Arab Saudi diragukan.

Surat kabar itu mengatakan bahwa jika ancaman Trump akan membawa Iran dan Arab Saudi untuk mengkoordinasikan, maka perpecahan sektarian dan kebencian akan memperbarui perang proxy karena perbedaan kepentingan strategis antara kedua negara di Timur Tengah, perbedaan politik yang tidak bisa dijembatani hingga membuat aliansi tampak lemah. (Baca: “Wahabi ” Mesin Perang Saudi dan Zionis)

Daily Times menekankan bahwa aliansi militer tanpa konsensus politik dan tekad baja akan meningkatkan perbedaan dan perpecahan dalam Organisasi Konferensi Islam. Oleh karenanya sangat diharapkan bahwa aliansi militer agar tetap tidak efektif, terutama mengingat ambisi komandan Saudi Mohammed bin Salman, yang mendatangkan malapetaka di Timur Tengah dan merusak citra Islam di mata dunia, mereka terburu-buru untuk meningkatkan kekuatan militer, sehingga ada kebutuhan untuk melakukan analisis menyeluruh dari semua pertanyaan yang diajukan dan beberapa dialog pilihan. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Tentara Zionis Israel Hancurkan Rumah Warga Sipil Palestina dengan Buldozer | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Alasan Tak Ada Izin Bangunan, Rumah Warga Sipil Palestina Dihancurkan Tentara Zionis Israel | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: