Hikmah

Kisah Hikmah: Pengumpul Sampah ‘Orang Baik Pasti Dapat Pahala’

Minggu, 11 Maret 2018 – 16.07 Wib,

SALAFYNEWS.COM – Kisah seorang pengumpul sampah yang setiap hari menemukan uang di tempat yang sama selama 10 tahun! Sebelum meninggal, “Kebenaran Mengejutkan” ini pun terjawab. Ini sebuah kisah yang penuh hikmah bahwa “Orang baik pasti dapat pahala”, berikut kisahnya:

Baca: Kisah Mengharukan Saat Cucu Rasul Tidak Punya Baju Lebaran

Ada seorang pengumpul sampah, usianya sudah 60 tahun. Pekerjaannya setiap hari adalah mengais-ngais tong sampah dan mencari botol bekas untuk dijual lagi demi sesuap nasi. Walaupun hidupnya susah, tapi ia sama sekali tidak terpikir untuk meminta-minta. Asal ia masih bisa bekerja, ia tidak akan meminta kepada orang lain. Jika ia tidak sengaja menemukan uang, ia akan anggap itu suatu keberuntungan, rezeki dari Allah SWT.

Suatu hari ketika sedang memungut sampah, ia melihat seorang pemuda jatuh pingsan. Pemuda itu terlihat seperti kesakitan, tidak tahu ia terkena serangan jantung atau apa, tapi mukanya pucat, badannya tak berhenti bergetar dan mengeluarkan peluh.

Ketika ditanya, pemuda itu tampak kesulitan menjawab. Tanpa pikir panjang, ia terus memikul pemuda itu ke klinik terdekat.

Setelah diperiksa, doktor berkata bahwa ususnya bocor. Untungnya cepat dibawa ke sini, kalau tidak bisa membahayakan nyawanya dan harus dioperasi. Biaya pemeriksaan dan obat-obatan, total keseluruhan biaya adalah RM 400. Biaya harus dibayar langsung, namun sementara pemuda itu masih belum sedarkan diri.

Pengumpul sampah itu  kebingungan. Ia juga tidak bawa uang. Ia cuma seorang pengumpul sampah, ia juga tak punya uang sebanyak itu.

Baca: Kisah Pelajar Indonesia Setelah Melihat Film Muhammad Rasulullah

Setelah puas berpikir, ia minta izin keluar sebentar kepada pihak rumah sakit. Ia bergegas pulang ke rumahnya, membongkar seluruh uang yang ia punya, semuanya uang kecil dan koin-koin, uang puluhan ringgit ada berapa keping. Ia tidak punya waktu lagi untuk menghitung satu-satu. Semua ia bawa ke rumah sakit.

Untungnya, uangnya cukup, ada kelebihan RM 8.00. Uangnya cuma sisa RM 8.00. Ia sudah cukup senang, setidaknya ia tidak akan kelaparan untuk beberapa hari.

Keesokan harinya, pemuda itu sedarkan diri. Ia baru tahu apa yang terjadi padanya dan siapa yang menolongnya. Apalagi setelah mengetahui Pengumpul sampah itu mengeluarkan seluruh tabungan miliknya untuk menolongnya, ia merasa amat sangat terharu dan tidak percaya.

Setelah diperbolehkan keluar dari hospital, ia mencari dimana Pengumpul sampah itu. Ia ingin mengucapkan terima kasih padanya secara pribadi. Jika bukan berkat pertolongan darinya, mungkin nyawanya sudah melayang di jalan.

Ketika ia menemukan Pengumpul  sampah itu, ia memberinya sejumlah uang tunai senilai RM 13 K sebagai  tanda terima kasih. Dengan marah, Pengumpul  sampah itu menolak. “Saya menolong kamu bukan demi uang! Saya tidak mau uang kamu! Bawa pulang sana!”.

Baca: Kisah Hikmah : Cara Tuhan Mengasihi Ciptaan-Nya

Pengumpul sampah itu pun pergi begitu saja. Biaya perubatan pun tidak ia meminta.

Setelah pergi, Pengumpul sampah itu sedikit menyesal. Uang hanya sisa dua ringgit saja. Apa harusnya tadi ia terima saja uang itu? Sekarang ia tidak punya apa-apa lagi. Ia hanya terus mengais sampah, mengumpulkan kembali uangnya sedikit demi sedikit. Hanya dengan berpikir seperti itu, ia baru tidak sedih lagi.

Keesokan harinya, ia kembali memungut sampah seperti biasanya. Siapa sangka baru melihat ke dalam tong sampah, matanya tiba-tiba bersinar. Ia melihat ada beberapa keping uang RM10. Ia melihat ke kiri kanan, sepertinya tidak ada yang melihat, ia pun memasukkannya ke dalam poketnya. Ia sangat bersyukur dan merasa ini adalah rezeki dari Allah.

Sejak saat itu, hampir setiap hari ia menemukan uang beberapa beberapa ratus ringgit tempat yang sama. 10 tahun pun berlalu. Sudah tidak terhitung lagi berapa uang yang telah ia temukan di sana, jumlahnya mencapai puluhan ribu ringgit. Uang yang ia dapat dari menjual botol dan sampah plastik sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan itu.

Usianya yang sudah tua dan sakit parah yang dideritanya membuat ia tak bisa memungut sampah lagi. Sebelum kepergiannya, seorang pemuda berbaju kemeja datang ke kediamannya. Pemuda itu adalah pemuda yang ia tolong 10 tahun yang lalu. Setelah mendengar ceritanya, ia baru sadar bahwa selama ini bukan keberuntungan yang ia dapat, tapi pahala baik karena telah menolong pemuda pengusaha tersebut.

Setelah mengetahui kebenaran tersebut, muka pengumpul sampah itu penuh dengan senyuman dan matanya meneteskan air mata. Sebelum meninggal, kalimat terakhir yang diucapkannya adalah “Orang baik pasti dapat pahala”.

Pengumpul sampah itu tidak punya anak juga tidak punya sanak saudara. Pemuda pengusaha itu kemudian mengatur pemakamannya dan menuliskan di batu nisannya, “Orang baik pasti dapat pahala. RIP penyelamatku”. Berbuat baik tidak perlu alasan. Hargai kebaikan orang maka kamu akan selalu diberkati. (SFA)

Sumber: makcikbawang.club

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: