Fokus

Ki Entus: Jokowi Seorang Pengabdi Negara Sejati

Bupati Tegal Semobil dengan Presiden Joko Widodo

Senin, 22 Januari 2018 – 08.13 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TEGAL – Rasa kagum bupati Tegal kepada sosok Presiden Jokowi, Ki Entus, bahkan Ki Entus mengeluarkan komentar “Jokowi seorang pengabdi negara sejati”.

Kunjungan Joko Widodo (Jokowi), Presiden Republik Indonesia, ke Kabupaten Tegal membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tegal dan warga antusias menyambutnya pada Senin (15/1/2018).

Baca: Ancam Tembak Mati Jokowi, Polisi Buru Pemilik Akun Twitter @AchmadBassrofi

Enthus Susmono, Bupati Tegal, memiliki momen privasi dengan pemimpin nomor satu Indonesia saat itu. Momen tersebut datang saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mempersilakan Enthus Susmono satu mobil dengan Jokowi saat perjalanan menuju sate kambing muda Batibul.

“Saya baru kali ini melihat sosok pemimpin yang berani dan memiliki niat tulus membangun negeri,” terang Enthus Susmono, Bupati Tegal, Selasa (16/1/2018) usai penyerahan DPA SKPD 2018.

Pasalnya dalam perjalanan menuju Batibul Jokowi menceritakan mengenai Papua. “Papua itu masih Indonesia. Namun di sana masih banyak kendala dalam transportasi. Bahkan masih ada yang menggunakan speedboat untuk menyebrang,” tutur Jokowi kepada Enthus. Tarif transportasinya pun amat mahal. Rp 3 juta. Hal tersebut membuat Jokowi di masa pemerintahan menyentuh Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku.

Baca: Jokowi Anak Kandung Ibu Pertiwi Kenapa Harus Dihabisi?

“Kemudian saya penasaran, apakah ada minat berpolitik dengan membangun Papua?” tutur Enthus Susmono kepada Jokowi. Dari keterangan Jokowi, tidak ada manfaat ekonomisnya membangun di Papua, apalagi sebagai alat politik. Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak ada satu pun keinginan politik dari pembangunan di Indonesia Timur.

Cerita Jokowi tersebut, membuat Enthus tertegun. Ia beranggapan sosok Jowoki adalah pemimpin yang langka. “Jokowi seorang pengabdi negara sejati,” begitu tutur Enthus Susmono. Dalam perjalanan Enthus ungkapkan mengenai masalah kemacetan di simpang pasar Banjaran. Dari keterangan Enthus, belum ada tol sudah macet.

“Saya khawatir jika tol tersebut sudah beroperasi pasti akan menambah macet akibat pengendara yang hendak ke Guci,” terang Enthus.

Baca: Yusuf Muhammad: Di Era Jokowi Papua Tak Lagi Sengsara

Dari perjalanan tersebut tercetus langkah selanjutnya untuk bersama-sama membangun negeri. Selain itu, Enthus juga menyinggung persoalan sampah. Di sela-sela memperbincangkan permasalahan negara, Jokowi bertanya mengenai tembang nyik-unyikan, turun sintren, kembang jahe laos, dan tembang tradisional lain. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: